POJOKSATU.id, TANGERANG -- Seorang personal trainer sekaligus pelatih mix martial arts (MMA), Ismail, menjadi korban pengeroyokan ramai-ramai diduga debt collector atau mata elang di Jalan Curug Sangereng, Kelapa Dua, Tangerang, Jumat (11/8/2023) malam.

Ismail yang berkendara sepeda motor saat itu hendak melerai perkelahian yang terjadi saat lampu merah di depan G Town Square Gading Serpong.

Sekelompok orang tersebut diketahui sedang memukuli dan diduga mengincar mobil minibus yang kebetulan sedang melintas.

Baca Juga: Prabowo Berkali-kali Puji Nama Jokowi Usai Resmi Dapat Dukungan dari Golkar dan PAN

Ismail sendiri mengaku baru pulang melatih Muay Thai dan melihat sekelompok orang memukuli seorang pengendara roda empat. Ia lantas mencoba membantu namun malah jadi sasaran amukan oleh OTK itu.

"Saya kebetulan lagi melintas, lalu lihat orang itu lagi memukuli orang yang berada didalam mobil Toyota Calya warna merah. Sepertinya mata elang, saya dapat infor dari warga sekitar memang suka mangkal di sekitar situ," kata dia saat dihubungi Pojoksatu.id, Minggu (13/8/2023).

Sebelum diamuk orang berbadan gempal itu, Ismail sempat menegur agar tak berkelahi di jalan. Karena hal itu menimbulkan macet panjang di TKP.

Baca Juga: Tanggapi Tudingan Negatif Bermodus Taaruf, Dodi Hidayatullah Sebut Kabar Itu Hanya untuk Menjelekkannya

"Saya bilang jangan dipukuli kasihan. Terus juga jangan bikin macet karena ini jalan raya," kata dia.

Bukannya berhenti, para pelaku justru malah balik menyerang dan memukulinya hingga ia terpaksa turun dari sepeda motornya. Ismail lalu menghindar dan berupaya bertahan dari pukulan hingga tendangan orang-orang tak dikenal itu.

"Saya coba lari kan yah agar tidak dipukuli, tapi mereka malah tetap mengejar dan memukuli saya. Saya coba bertahan, mereka tetap mukulin saya," imbuhnya.

Video pengeroyokan itu lantas viral di media sosial. Momen itu merekam bagaimana pengeroyokan yang dilakukan lebih dari lima orang terjadi hingga membuat Ismail terjatuh dua kali.

Beruntung, Ismail segera bangkit dan warga sekitar yang melintas melerai kelompok tersebut. Nahas, peristiwa ini membuat Ismail mengalami beberapa luka di bagian bibir dan hidung.

"Saya ada memar pada bagian dagu sebelah kini, luka robek pada bibir atas dan bibir bawah, luka memar pada bagian hidung, luka memar pada bagian pipi sebelah kanan," ujarnya.

Atas kejadian ini Ismail mengatakan telah membuat laporan di Mapolsek Kelapa Dua. Laporan tersebut dengan nomor LP/B/620/STPL/VIII/2023/Sek.Kelapa Dua.

"Saya sudah visum di RS Bethsaida dan melaporkannya, semoga para pelaku bisa segera ditangkap," kata dia.

Terpisah, Kapolsek Kelapa Dua AKP Verdika Bagus Prasetya mengaku saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Pihaknya juga membenarkan bahwa Ismail sudah melapor ke Polsek Kelapa Dua.

"Masih kami selidiki, benar ada laporan dugaan penganiayaan kemarin," singkatnya.***