POJOKSATU.id - Kasus penembakan macan tutul Jawa di kawasan Gunung Sanggabuana, Karawang, kembali memicu gelombang kemarahan publik.

Seekor macan tutul terekam kamera trap dalam kondisi pincang, diduga kuat akibat tembakan pemburu liar yang kerap memburu satwa dilindungi di kawasan hutan tersebut.

Luka di bagian kaki membuat satwa ini kesulitan bergerak dan terancam tidak bisa lagi berburu mangsa.

Baca Juga: 8 Ide Ngabuburit Seru Bersama Keluarga, Bikin Ramadan Makin Hangat dan Bermakna

Merespons kondisi ini, mantan Bupati Purwakarta yang kini menjadi Gubernur Jawa Barat sekaligus tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), tampil dengan pernyataan keras.

Ia menegaskan bahwa praktik perburuan satwa dilindungi bukan hanya tindakan kriminal, tetapi juga ancaman serius bagi ekosistem.

Melalui akun Instagram-nya, ia memperingatkan para pemburu agar tidak bermain-main dengan hutan dan satwa Jawa Barat.

Baca Juga: Pemprov Sulteng Perkuat Kemampuan Bahasa Indonesia ASN demi Layanan Publik Berkualitas

“Duhai para pemburu macan tutul di Gunung Sanggabuana dan di mana pun, awas loh saya tandai kalian semua,” kata Dedi, dari Instagram  27/1/2026.

Pernyataan ini langsung viral. Publik menilai langkah KDM sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap pelestarian satwa liar yang kini semakin terjepit oleh perburuan.

Macan tutul Jawa sendiri telah berstatus terancam punah, sehingga setiap individu yang hilang akan berdampak besar pada populasi yang tersisa.

Baca Juga: Universitas Semarang, dari Politeknik Sederhana hingga Kampus Modern Berdaya Saing Nasional

Hingga kini, tim pengawas hutan dan pemerhati satwa masih berupaya melacak keberadaan macan tutul yang terluka itu sambil mengidentifikasi pelaku penembakan.

Serta kasus ini juga sudah ditangi oleh pihak kepolisian dan sedang melakukan pemburuan kepada para penembak macan tutul tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa perburuan liar bukan hanya merusak keseimbangan alam.

Tetapi juga bisa memicu kemarahan publik dan tindakan hukum tegas dari para pemangku kebijakan.***