POJOKSATU.ID - Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada kepentingan energi Indonesia.

Dua kapal tanker milik Pertamina hingga kini masih tertahan di Teluk Arab dan belum bisa melintasi Selat Hormuz yang dinilai belum aman.

Merespons kondisi tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah dalam memastikan kedua kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

Baca Juga: Meski Arus Mudik Meningkat Tajam, Tapi Kapolri Pastikan Kecelakaan Lebaran 2026 Turun Signifikan Hingga 7,8 Persen

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa partainya siap berkontribusi, terutama melalui jalur komunikasi dengan Pemerintah Iran.

Hubungan baik yang selama ini terjalin dinilai bisa menjadi jembatan diplomasi.

“Ini menyangkut kepentingan bangsa dan negara. Jangan sampai terjadi krisis energi,” ujar Hasto, Minggu (29/3/2026).

Baca Juga: Pemerintah Resmi Pangkas Program MBG Jadi 5 Hari Sekolah, Kecuali Daerah 3T dan Stunting Tinggi

Meski saat ini PDIP berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Hasto menekankan bahwa kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama.

Ia memastikan partainya akan tetap memberikan dukungan penuh jika dibutuhkan.

Menurutnya, perbedaan posisi politik tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam menghadapi situasi krusial seperti ini. Terlebih, isu energi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat luas.

Baca Juga: Email Direktur Biro Investigasi Amerika Dibobol Hacker Pro Iran, FBI Tawarkan Hadiah Rp 170 Miliar

Diketahui, dua kapal tanker tersebut adalah Pertamina International Shipping VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Keduanya membawa bahan bakar minyak yang sangat penting bagi pasokan energi nasional.

Kendala utama saat ini adalah situasi keamanan di Selat Hormuz yang memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Kondisi ini membuat jalur pelayaran strategis tersebut berisiko tinggi untuk dilintasi.

Meski demikian, pemerintah Indonesia mendapat sinyal positif dari Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mawengkang, menyebut ada respons baik terkait jaminan keamanan kapal.

Baca Juga: Mauro Zijlstra Cedera, Ini Pengganti Disiapkan untuk Laga Indonesia vs Bulgaria

Saat ini, proses lanjutan masih berlangsung di tingkat teknis dan operasional. Pemerintah berharap kedua tanker dapat segera melanjutkan perjalanan tanpa hambatan berarti.

Langkah cepat dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.***