POJOKSATU.id, JAKARTA— PDI Perjuangan (PDIP) diminta berhenti mengkambing hitamkan Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas kekalahan Partai Banteng di sejumlah daerah strategis.

Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi, meminta PDIP jangan mengkambing hitamkan Jokowi dan Kapolri atas kekalahan mereka di sejumlah daerah di Pilkada Serentak 2024 lalu.

"Kalah kok nyalahin Jokowi dan Kapolri? Kalah ya kalah saja. Terima dengan legowo. Itu baru ksatria. Kalau ada dugaan pelanggaran, silakan laporkan ke Bawaslu. Bukan malah mengumbar dendam, kebencian dan provokasi," kata R Haidar Alwi, Jumat (29/11/2024).

Baca Juga: Rata-rata Upah Minimum Ditetapkan Presiden Prabowo 6,5 Persen, Berikut Daftar UMP 2025 di Seluruh Indonesia, Jabar Tak Lagi Rp2 Juta?

Menurut Haidar, sikap PDI Perjuangan sangat membingungkan. Pasalnya, di daerah yang berhasil dimenangkannya mereka justru berterimakasih dan mengapresiasi Polri.

Akan tetapi di daerah yang kalah, mereka malah menyalahkan Jokowi dan Kapolri.

"Partai besar tapi mentalitas pecundang. Jago ngeles yang suka mencari kambing hitam untuk menutupi kegagalan atas tanggungjawabnya dalam pemenangan pilkada, mengurangi rasa bersalah atas kegagalan tersebut serta menjaga egonya sebagai partai besar tanpa harus merendahkan diri mereka," jelas Haidar.

Oleh karena itu, usulan PDIP agar Presiden Prabowo mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan menempatkan Polri di bawah Kemendagri atau di bawah TNI tidak memiliki dasar yang kuat.

Baca Juga: KPU Tanggapi Deklarasi Pramono-Rano Menang 1 Putaran Pilkada DKI Jakarta

Padahal di era Presiden Prabowo, saat ini posisi Polri telah berada di bawah koordinasi Menko Polkam, bukan lagi langsung di bawah Presiden.

"Usulan tersebut semata-mata lahir karena kekalahan beruntun PDIP, baik di pilpres maupun di pilkada serentak 2024 yang lagi-lagi disebut karena Jokowi dan Polri,” jelasnya.

“Perbaikan hukum hanyalah dalih untuk menggalang dukungan dari rakyat dan DPR," ungkap R Haidar Alwi.

Sesuai prediksinya, tidak mengherankan bila kemudian PDI Perjuangan mengalami kekalahan di sejumlah daerah strategis pada pilkada serentak 2024. Termasuk kembali kalah di Jawa Tengah yang diklaim sebagai kandang banteng.

"Mau nyalahin Prabowo nggak berani. Jokowi yang sudah pensiun dan Kapolri pun jadi sasaran tembak. Bukan simpati, yang ada rakyat justru makin antipati pada PDIP. Karena rakyat kita sekarang sudah cerdas," tegas Haidar Alwi.***