POJOKSATU.id - Kabar pertemuan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, masih dinanti.

Hal ini terutama karena tersiar info bahwa PDIP akan mendapatkan jatah tiga posisi menteri di kabinet Prabowo.

Namun, apakah kabar itu benar? Hanya Prabowo dan Megawati yang bisa memastikan.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, telah memberikan sinyal bahwa partainya akan masuk ke kabinet setelah pertemuan antara Megawati dan Prabowo berlangsung.

Saat ditanya oleh awak media mengenai pertemuan tersebut, Puan mengungkapkan bahwa peluang PDIP untuk bergabung dalam koalisi Indonesia Maju (KIM) masih terbuka, dengan momentum pertemuan Megawati dan Prabowo sebagai penentunya.

Baca Juga: Pengamat Nilai Pertemuan Megawati-Prabowo Tak Bermanfaat dan Banyak Mudarat

Bahkan, Puan menyebutkan Megawati akan memasak nasi goreng spesial untuk Prabowo, mengingatkan kita pada momen rekonsiliasi antara keduanya pasca-Pilpres yang lalu.

“Yang terbaru semuanya, beliau berdua sama-sama berkeinginan untuk bertemu secepatnya, menunggu waktu yang tepat, di saat yang tepat,” ungkap Puan.

Mengenai lokasi pertemuan, Puan menjelaskan bahwa bisa dilakukan di rumah Prabowo di Kertanegara, atau di rumah Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Sejarah panjang hubungan politik Megawati dan Prabowo juga menjadi sorotan. Keduanya pernah berjuang bersama dalam Pilpres 2009 sebagai pasangan Mega-Pro, berhadapan dengan duet SBY-Boediono dan JK-Wiranto.

Baca Juga: Megawati dan Prabowo Akan Bertemu di Tempat Asyik, Menu Makanan Sudah Ditentukan, Soal Waktu Katanya Sebelum 10 Oktober, Belum Bicara Soal Kabinet

Namun, hubungan mereka memburuk menjelang Pilpres 2014 ketika Megawati lebih memilih mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden, mengabaikan perjanjian Batu Tulis yang disebut-sebut memuat janji untuk mendukung Prabowo di Pilpres tersebut.

Ketegangan ini berlanjut hingga Pilpres 2019, di mana Prabowo kembali menjadi lawan Jokowi.

Namun, pada 24 Juli 2019, Megawati dan Prabowo sepakat untuk bertemu, menandai rekonsiliasi dengan sajian nasi goreng yang khas. Kini, apakah diplomasi nasi goreng yang diusung Megawati akan kembali mencairkan suasana dalam pertemuan mereka?

Seiring dengan kabar pertemuan tersebut, muncul spekulasi mengenai calon menteri dari PDIP yang akan mengisi posisi penting dalam pemerintahan Prabowo.

Baca Juga: Fixed, Prabowo-Gibran Dilantik 20 Oktober 2024, Jumlah Kementerian Jadi 44, Ini Kemungkinan Daftar Nama Calon Menteri

Tiga nama yang disebut adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) untuk Budi Gunawan, Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk Abdullah Azwar Anas, serta satu posisi untuk Bendahara Umum PDIP, Olly Dondokambey.

Namun, Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menegaskan bahwa belum ada keputusan final dari Megawati mengenai tiga nama tersebut.

"Belum ada sinyal dari Ibu ketua umum. Tiga nama itu, baik Pak Budi Gunawan, Pak Azwar Anas, maupun Pak Olly Dondokambey, menunggu keputusan dari DPP dan Ibu Ketua Umum," jelasnya. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.