POJOKSATU.id, JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyindir PDI-Perjuangan (PDIP) dengan kalimat menohok karena belum berani mendeklarasikan capres cawapres.
Salah satu pentolan atau politisi PKS Laode Rahmat menilai PDIP tak punya keberanian mengumumkan capres cawapres yang akan diusung padahal sudah punya tiket atau boardingpass menuju Pilpres 2024.
PDIP secara partai sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen.
"Yang belum punya boarding pass saja berani, kok sudah punya boarding pas gak berani (mendeklarasikan capres)?," kata Laode kepada wartawan, Rabu (15/20/2023).
Laode lantas mengungkapkan alasan kenapa Koalisi Perubahan yang digagas bersama Partai NasDem dan Demokrat mendeklarasikan Anies Baswedan dalam waktu yang begitu cepat.
Baca Juga :
Parpol Belum Berani Deklarasi Capres-cawapres, Trust Indonesia Ungkap Hal Mengejutkan
"Tujuan dari Koalisi Perubahan buru-buru mencalonkan Anies sebagai capres adalah untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," ujar dia.
Dia juga mengungkapkan alasan kenapa membangun koalisi dengan Partai NasDem, Demokrat. Itu agar Anies Baswedan bisa diusung sebagai capres.
Sebab, PKS untuk mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta itu, tidak mencukupi persyaratan yang ditetapkan UU sebesar 20 persen.
"Kita lama, karena tidak cukup 20 persen. Kalau seandainya PKS sampai 20 persen, langsung itu ditetapkan," sambungnya lagi," tutur dia.
Direktur eksekutif Trust Indonesia, Azhari Ardinal meminta partai politik dan koalisinya untuk segera mendeklarasikan pasangan capres- cawapres.
Menurut Azhari, merujuk pada pemilu di Amerika Serikat (AS), Capres dan Cawapres yang akan mengikuti kontestasi pemilu, semestinya sudah mulai melakukan konvensi setahun sebelum agenda pemilu berlangsung.
Konsep itu menurutnya bagus, karena memberikan kesempatan rakyat untuk mengetahui calon-calon pemimpin yang akan mereka pilih nantinya.
"Karena itu, saat ini berburu tiket Capres-Cawapres menjadi langkah yang paling strategis dan harus dituntaskan para kandidat," kata dia.
"Mereka (Bakal Capres) harus berburu, dan tidak lagi menunda waktu serta mendesak koalisi untuk mencalonkan pasangan Capres-Cawapres," sambungnya.
Menurut Azhari, para kandidat yang saat ini menjalankan amanah sebagai Ketua Umum partai Politik tertentu.
"Mereka menunda perburuan tiket capres-cawapres itu sama saja dengan memberikan satu langkah kemenangan bagi kandidat lawan," pungkas dia. (mufit/pojoksatu)




