POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus untuk pertama kalinya menyambut kedatangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky usai perang berkecamuk dengan Rusia.

Presiden Ukraina sengaja mengunjungi Roma, Italia untuk bertemu Paus Fransiskus dan Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni. Kunjungan perdana ini dilakukan usai Rusia melakukan invansi.

Zelensky mengunjungi pemimpin Vatikan Paus Fransiskus untuk mendukung rencana perdamaian di Ukraina yang berperang dengan Rusia.

Paus Fransiskus mengindikasikan Vatikan akan membantu pemulangan anak-anak Ukraina yang dibawa oleh Rusia.

"Ini suatu kehormatan besar," kata Zelensky kepada Fransiskus, meletakkan tangannya di dada dan menundukkan kepalanya saat menyapa Paus berusia 86 tahun itu, yang berdiri dengan tongkat, Minggu (14/5/2023).

Zelensky mengunjungi Roma untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, berbicara dengan Paus selama 40 menit dan memberinya rompi antipeluru yang telah digunakan oleh seorang tentara Ukraina dan kemudian dilukis dengan gambar Madonna.

Sebuah pernyataan Vatikan mengatakan bahwa dalam pembicaraan pribadi mereka, Zelensky dan Paus Fransiskus membahas gerakan kemanusiaan, yang menurut sumber Vatikan merujuk pada kesediaan Vatikan untuk membantu pemulangan anak-anak Ukraina.

Ukraina memperkirakan hampir 19.500 anak telah dibawa ke Rusia atau Krimea yang diduduki Rusia sejak Februari 2022, yang dikecam sebagai deportasi ilegal.

"Kita harus melakukan segala upaya untuk memulangkan mereka," kata Zelensky dalam sebuah cuitan sesudahnya, mengatakan dia telah mendiskusikannya dengan Paus Fransiskus.

Zelensky juga mengatakan dia meminta Paus Fransiskus untuk bergabung dengan 10 poin rencana perdamaian Kyiv.

Hal itu untuk memulihkan integritas teritorial Ukraina, penarikan pasukan Rusia dan penghentian permusuhan, dan pemulihan perbatasan negara Ukraina.

Zelensky telah berulang kali mengatakan bahwa rencana tersebut tidak dapat dinegosiasikan.

Pada awal perang, Paus Fransiskus mencoba untuk mengambil pendekatan yang seimbang dengan harapan menjadi mediator tetapi kemudian mulai mengutuk tindakan Rusia, membandingkannya dengan beberapa kejahatan terburuk terhadap Ukraina selama era Soviet.

"Saya meminta untuk mengutuk kejahatan Rusia di Ukraina. Karena tidak ada kesetaraan antara korban dan penyerang," kata Zelensky dalam cuitannya.

Diketahui, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tiba di Roma pada Sabtu (13/5/2023) untuk bertemu Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Paus Fransiskus.

Ini merupakan kunjungan pertama Zelensky ke Italia sejak invasi Rusia.

"Hari ini di Roma," twit Zelensky setelah tiba di pangkalan militer Bandara Ciampino Roma sesaat sebelum pukul 08.30 GMT.

Di sana dia bertemu Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani.

"Saya bertemu Presiden Italia Sergio Mattarella, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Paus. Kunjungan penting untuk mendekati kemenangan Ukraina!" lanjutnya. (ikror/pojoksatu)