POJOKSATU.id, JAKARTA—Politisi PKB Umar Hasibuan mengkritik berdirinya patung-patung Jokowi di Indonesia, salah satunya di kawasan LMD Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut.
Patung Jokowi di Karo ini disebut patung Juma Jokowi atau Kebun Jokowi. Sebagai ucapan terima kasih warga Karo atas pembangunan jalan ke sana tahun 2021 lalu.
Kritik Umar Hasibuan dilontarkan melalui akun X atau Twitter miliknya.
“SBY 10 tahun jadi Presiden gak pernah tuh ada patung-patung dibangun. Padahal prestasi Jokowi gak ada apa-apanya dibanding SBY,”kata Umar di akun X, Minggu (18/5).
Baca Juga: Jokowi Disebut Mulai Keliling Indonesia, Arief Poyuono Pastikan Gibran Bisa Jadi Presiden 2029
Menurutnya, Presiden keenam SBY adalah orang yang bukan gila puja-puji.
“Kenapa SBY gak ada patung-patungan karena ia hanya ingin dikenang sebagai presiden yang berprestasi bukan gila puja-puji,” katanya lagi.
Patung Jokowi Rp2,5 Miliar
Sebelumnya, sebuah patung yang menggambarkan mantan Presiden Jokowi berdiri sambil memegang buah jeruk dibangun di kawasan perbukitan Desa Kuta Mbelin, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Buah jeruk diketahui merupakan komoditas utama hasil pertanian dari Kabupaten Karo. Jeruk Karo ini identik dengan Jeruk Medan.
Baca Juga: Partai Golkar atau PSI Pilihan Jokowi Bergabung, Puteri Komarudin : Kita Kembalikan ke Beliau
Monumen dengan nilai Rp2,5 miliar ini didirikan secara swadaya oleh masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas pembangunan infrastruktur jalan di wilayah mereka.
Patung ini wujud rasa syukur dari warga di enam desa dan tiga dusun yang tergabung dalam kawasan Liang Melas Datas (LMD) di Kabanjahe, Karo.
Jokowi memang membangun jalan ke Karo usai petani jeruk ini membawa berton-ton jeruk ke Istana Presiden tahun 2021 lalu.
Selain di Karo, patung-patung Jokowi juga ada di Mandalika NTB, kemudian ada di Puncak Gunung Sunu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). ***




