POJOKSATU.ID - Pemerintah Aceh menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan bencana dengan menurunkan sekitar 3.000 aparatur sipil negara (ASN) sebagai relawan ke sejumlah wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar di tengah kondisi darurat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, menyampaikan bahwa penugasan ribuan ASN tersebut merupakan bentuk kehadiran negara di saat masyarakat menghadapi masa sulit.

Baca Juga: Viral Penumpang Tegur Kenek Bus yang Ngorok Kencang, Responsnya Bikin Geram Netizen

Menurutnya, pemerintah tidak hanya hadir secara administratif, tetapi turun langsung bekerja dan menunjukkan kepedulian nyata.

“Penugasan ASN ini merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar di masa sulit. Pemerintah hadir, bekerja, dan peduli,” ujar Nasir, dikutip pojoksatu.id dari instagram @rumpi_gosip (29/12/2025).

Para ASN yang ditugaskan sebagai relawan tidak hanya difokuskan pada pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memastikan berbagai layanan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan.

Baca Juga: Korsleting Diduga Picu Kebakaran Billboard Gedung Sarinah, Api Menjulang Bikin Panik!

Mulai dari kegiatan pembersihan lingkungan, membantu membuka kembali akses fasilitas umum, hingga mendukung pelayanan kesehatan dan sosial bagi warga terdampak.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh sejak akhir November 2025 telah menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Aceh untuk mengambil langkah cepat dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki, termasuk ASN lintas instansi.

Baca Juga: Cegah Petasan Masuk TMII, Polisi Gelar Pemeriksaan Berlapis di Pintu Masuk, Siap Ancam Pidana Jika Melanggar

Nasir menegaskan bahwa kehadiran ASN di lapangan bukan sekadar membawa peralatan dan tenaga.

Lebih dari itu, para relawan diharapkan mampu membangun empati dengan masyarakat yang terdampak langsung bencana.

“Kita tidak hanya datang membawa alat dan tenaga, tetapi juga kepedulian. ASN turun langsung untuk mendengar, melihat, dan merasakan apa yang dialami warga,” katanya.

Baca Juga: Heboh Drama PBNU Tamat! Gus Yahya Pastikan Semua Persoalan Internal Sudah Selesai

Penugasan relawan ASN ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 29–30 Desember 2025.

Meski demikian, Pemerintah Aceh membuka kemungkinan penyesuaian waktu dan jumlah personel sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.

Nasir juga menyebutkan bahwa langkah ini merupakan tahap awal dari rangkaian penanganan bencana yang dilakukan pemerintah daerah.

Baca Juga: Sempat Ditunda, Kemenkes Akhirnya Umumkan 189 Pelamar Lulus Seleksi Administrasi Rekrutmen Tenaga GF-ATMR 2026, Cek Nama dan Jadwal Tes Wawancara

Seluruh proses penanganan akan terus dievaluasi agar berjalan efektif, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

“Pemerintah Aceh memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan secara terkoordinasi, dengan mengutamakan keselamatan relawan serta menghormati kearifan lokal di wilayah terdampak,” ujarnya.

Melalui pengerahan ribuan ASN ini, Pemerintah Aceh berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa negara selalu hadir di saat warganya membutuhkan bantuan.***