POJOKSATU.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga akurasi data penerima bantuan sosial (bansos).

Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama empat kepala daerah di Kantor Kemensos, Jakarta, pada Senin (23/2/2026).

Keempat kepala daerah tersebut adalah Wali Kota Padang Fadly Amran, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Bupati Sigi Rozal Intjenae, dan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam.

Baca Juga: Tembus 12 Ribu Peserta, Program ADEM Berhasil Antarkan Siswa Pelosok ke Sekolah Unggulan Jawa-Bali

Peran Sentral Daerah dalam Menentukan Desil

Gus Ipul menegaskan bahwa kunci utama ketepatan sasaran bantuan berada di tangan pemerintah daerah.

Menurutnya, proses verifikasi harus dimulai dari unit terkecil di masyarakat.

"Bupati memiliki kekuasaan besar menentukan desil. Semua data berasal dari daerah, lalu kemudian dicek kembali oleh BPS," ujar Gus Ipul.

Ia berpesan agar Dinas Sosial di setiap wilayah memperkuat koordinasi hingga ke tingkat desa.

Tujuannya jelas untuk memastikan tidak ada warga yang berhak terlewat, dan tidak ada bantuan yang salah sasaran.

Baca Juga: Antara Pengabdian Anak Papua dan Pengkhianatan Nasionalisme Jadi Ironi Penerima LPDP yang Bangga Jadi WNA

Optimalisasi Puskesos di Desa

Gus Ipul juga menyoroti peran Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) yang berada di setiap Posyandu desa.

Fasilitas ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyerap keluhan warga.

Puskesos berfungsi menerima keluhan masyarakat. Puskesos juga dapat dijadikan tempat berkumpul para pendamping sosial untuk berkoordinasi.

Menanggapi arahan tersebut, keempat kepala daerah menyatakan kesiapan mereka untuk mengawal proses pemutakhiran data hingga tahap pengesahan.

seru para kepala daerah secara serentak, menegaskan komitmen mereka untuk melakukan perbaikan data di wilayah masing-masing demi kesejahteraan masyarakat yang lebih tepat sasaran.***