POJOKSATU.id, JAKARTA- Pasca penyerangan Mako Brimob Kotaraja, Kota Jayapura Papua, Kapolri Jenderal Sigit Prabowo memerintah anak buahnya yang bertugas di Papua agar tak segan-segan menindak tegas para oknum perusuh.

Orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini juga meminta anggotanya agar tak kalah dengan para oknum yang mencoba melakukan perlawanan pasca penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe oleh KPK di kota Jayapura.

"Tindak tegas oknum masyakarat yang berbuat rusuh usai penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe oleh KPK di Jayapura," kata Jenderal Sigit dalam keterangannya, Rabu (11/1/2023).

Jenderal Sigit menuturkan, saat ini pengamanan kembali dipertebal di sekitar Mako Brimob Kotaraja, Kota Jayapura Papua.

Setidaknya ada seribu personel melakukan pengamanan di sekitar Mako Brimob Kotaraja, Kota Jayapura Papua.

"Ada 1.000 lebih personel untuk mengantisipasi terjadi gangguan kamtibmas di Papua," ujarnya.

Mantan Gubernur Papua itu ditangkap KPK di sebuah restoran di Distrik Abepura, Kota Jayapura, pada Selasa (10/1/2023) sekitar pukul 11.00 WIT.

BACA : Mako Brimob Kotaraja Diserang Pendukung Lukas Enembe, Begini Penjelasan Lengkap Mabes Polri

Selanjutnya, Lukas langsung dibawa ke Mako Brimob Kotaraja. Lukas tidak lama berada di Mako Brimob Kotaraja.

Sebab, ia langsung digelandang ke Bandara Sentani untuk diterbangkan ke Jakarta.

Tak berselang lama, pendukung Lukas pun menyerang dengan menggunakan lemparan batu dan anak panah.

Massa pendukung Lukas Enembe itu kemudian dipukul mundur oleh Brimob sampai ke arah Jalan Baru Abepura.

Kondisi Mako Brimob Kotaraja, Kota Jayapura Papua sudah mulai kondusif. (Firdausi/pojoksatu)