POJOKSATU.id, JAKARTA—Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menelpon Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon, Kolonel Inf Raja Gunung Nasution.

Jenderal Agus meminta Kolonel Nasution untuk bisa menjaga moril prajurit di sana usai kejadian gugurnya tiga prajurit TNI akibat artileri Israel.

“Jaga moril prajurit yang ada di sana. Tetap laksanakan pengamanan intern ya. Masuk ke bunker-bunker. Dan tidak ada kegiatan lagi keluar. Jaga moril prajurit supaya tetap semangat. Selamat bertugas,” ujar Jenderal Agus saat bertelepon dengan Kolonel Nasution seperti diunggah di Instagram @91agussubiyanto seperti dilihat Jumat (3/4).

Baca Juga: Kekuatan Militer Iran Belum Habis, Rudal Jelajah Pantai Masih Belum Dipakai, Klaim Trump Salah

Sementara Kolonel Nasution dari seberang telepon terdengar menyampaikan terima kasih atas perintah yang diberikan Panglima TNI dan akan menyampaikan salam dari Panglima TNI ke prajurit yang bertugas di sana.

Dalam tulisan di Instagram, Jenderal Agus menyebutkan bahwa prioritas utama memastikan keselamatan prajurit di daerah penugasan Lebanon selatan, tetap aman dan terlindungi dalam menjalankan amanah negara.

"Semoga seluruh prajurit senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, diberikan kekuatan dan keteguhan hati dalam menjalankan tugas, serta keselamatan di setiap langkah pengabdian. Doa kami menyertai setiap langkah kalian," katanya.

“Tetap Semangat, GARUDA,” kata Jenderal Agus lagi.

Baca Juga: UNIFIL Gelar Prosesi Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan

United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menggelar prosesi penghormatan terakhir tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon selatan.

Penghormatan terakhir kepada Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Inf Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon digelar di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Kamis waktu setempat (2/4).

Tiga jenazah personel perdamaian Indonesia dilepas dalam upacara penghormatan terakhir.

Menurut laporan yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Force Commander UNIFIL Aroldo Lázaro Sáenz memimpin langsung prosesi upacara sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.

Gugurnya Kapten Zulmi, Sertu Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon saat menjalankan misi di bawah UNIFIL meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.***