POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Bila benar Dedi Mulyadi mundur dari partai Golkar, maka hal itu merupakan kerugian besar bagi partai yang diketuai oleh Airlangga Hartarto tersebut karena bakal hilangnya salah satu sosok pendulang suara untuk Pemilu 2024 yang akan datang.
Seperti diketahui, Dedi Mulyadi merupakan sosok yang dekat dengan rakyat ditataran bawah hingga mengakar di hati rakyat, bahkan masyarakat dibawah rela untuk berdesak - desakan hanya untuk sekedar bisa bersalaman dengannya.
Kemudian juga saat hiruk pikuk Partai Golkar di timpa masalah serius, hingga terjadinya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar saat itu (2017), Dedi Mulyadi tampil dengan gagahnya sebagai panglima Munaslub untuk menyelamatkan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Mundurnya Dedi Mulyadi dari Partai berlambang pohon beringin itu diketahui setelah surat yang diduga surat pengunduran dirinya beredar luas dikalangan masyarakat, saat dikonfirmasi langsung via seluller Dedi belum mau berkomentar.
“Moal waka komentar (belum saatnya berkomentar),” singkat Dedi Mulyadi, melalui sambungan seluller, Kamis (11/05).
Politisi dan tokoh Jabar Dedi Mulyadi dari Partai Golkar itu? Dalam surat pernyataan pengunduran mantan Bupati Purwakarta dua periode dan kini anggota DPR RI ini heboh sejak Rabu 10 Mei malam kemarin.
Baca Juga : Respon DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi Mengundurkan Diri, Kabarnya Gabung PDIP
Hingga Kamis (11/5/202) hari ini, berita Dedi Mulyadi mundur dari Partai Golkar,belum ditanggapi oleh DPD Partai Golkar Jabar dan DPP Golkar.
Dinyatakan dalam isi surat, bahwa alasannya karena terkendala persyaratan pencalegan 2024. Oleh karenanya Kang Dedi Mulyadi juga menyatakan mundur sebagai Anggota DPR RI.
Surat pengunduran dirinya itu katanya telah disampaikan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto pada pada 10 Mei 2023. Dalam surat tersebut, Dedi Mulyadi pun melampirkan kartu anggota anggota Partai Golkar. (Ade Winanto / pojoksatu)




