POJOKSATU.id, JAKARTA- Isu beredar di media sosial bahwa Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menampar seseorang dari pihak protokoler Istana Presiden.

Ternyata isu itu adalah hoaks atau fakenews. Penegasan ini disampaikan Kopassus melalui akun Instagram @penkopassus pada Selasa (21/4/2026).

"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengeklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler," demikian keterangan Penerangan Kopassus melalui akun Instagram @penkopassus.

Penerangan Kopassus juga menyertakan konten yang viral dan memberi label hoaks serta fake news.

Baca Juga: Sebanyak 13 WNI Menjadi Korban Kebakaran Hebat 1.000 Rumah di Sabah Malaysia

Penerangan Kopassus menilai informasi tersebut sengaja disebarkan pihak tertentu untuk memecah belah bangsa.

Penerangan Kopassus juga menyatakan tidak ada bukti valid yang mendukung isu tersebut.

"Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara," ujar Penerangan Kopassus.

Baca Juga: Kabar Baik bagi Puluhan Ribu Guru Tahun Ini, Anggaran TKG Naik Jadi Rp706 Miliar!

Di media sosial beredar narasi yang menyebut Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menggampar seseorang dari pihak protokoler Istana.

Narasi ini dituliskan oleh akun Threads @retailman69, tetapi akun itu kini sudah hilang. Namun, narasi tersebut sudah beredar luas di media sosial.***