POJOKSATU.id, SUMUT - Pandawara Group kembali menjadi pembicaraan di sosial media. Hal ini karena konten kelima anak muda itu membersihkan sampah di Pantai Sukaraja Provinsi Lampung.

Terkait aksi tersebut, Pandawara Group berhasil mengerahkan 3.700 warga lampung, untuk membersihkan sampah di pantai tersebut.

Ribuan warga ikut membersihkan pantai yang berlokasi di Jalan Ikan Selat, Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras sejak pagi pukul 07.00 WIB.

Semangat warga untuk membersihkan tumpukah sampah itu tak luntur meski sempat diguyur hujan deras. Hal ini untuk membantu nelayan yang ada disekitar pantai itu.

BACA JUGA: Viral Aksi Curanmor di BSD, Pelaku Todongkan Pistol ke Ojol Saat Kepergok Gasak Motor

Salah satu warga, Bonge (48) mengatakan, kegiatan tersebut bisa membantu para nelayan sekitar.

"Kami sangat senang, sangat membantu bener untuk nelayan. Sampah dari tahun 2004 akhirnya dibersihkan." ujarnya.

Menurut nelayan, sampah di Pantai Sukaraja itu sudah puluhan tahun menumpuk. Nelayan setempat mengatakan aksi bersih-bersih sampah ini sangat mempengaruhi hasil tangkapan mereka.

Pasalnya sering sekali Payang atau pukat kantong yang digunakan untuk menangkap gerombolan ikan ke permukaan, malah menarik sampah.

Dahulu lokasi Pantai Sukaraja ternyata tempat pengolahan sampah. Namun, saat ini sudah tidak berfungsi lagi. Pada tahun 2010, pernah ada pengolahan sampah, meskipun rutin dibersihkan sampah selalu menumpuk di kawasan itu.

Akhirnya Pandawara Group mengajak masyarakat di Kota Bandar Lampung untuk bersih-bersih pantai.

BACA JUGA: Karena Kasus Begal, Medan Jadi Trending Topik di Twitter Selama Dua Hari Berturut-Turut

Warga Lampung mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, pantai terkotor nomor dua ada di Kota Kalian. Dicari seribu orang warga Lampung untuk mengurangi sampah di daerah ini. Untuk warga Lampung Let's Join In The Party. Untuk kegiatan bersih-bersih akan dilakukan pada Senin (10/7/2023) dimulai pukul 07.00," tulis mereka di sosial media.

TikTokers Pandawara yang digawangi Gilang Rahma, Rafly Pasya, Agung Permana, Rifki Sa'dulah, dan Muchamad Ikhsan itu mengatakan, kegiatan yang mereka inisiasikan bukan untuk tujuan viral.

Konten bersih-bersih yang mereka lakukan tidak pernah menyinggung siapapun. Berbagai kegiatan yang diekspos tidak pernah dilebih-lebihkan untuk mencari perhatian.

Soal viral atau tidak viral semua tergantung dari media sosial itu sendiri. Seorang personil bernama Gilang mengatakan, tujuan kegiatan kegiatan ini adalah untuk mempersatukan dan memperkuat sinergitas masyarakat serta Pemerintah. Karena pada hakikatnya persoalan sampah adalah tugas dan tanggungjawab dari semua manusia di dunia.

BACA JUGA: Lagi, Tiga Remaja Jadi Korban Begal di Sibolangit Deli Serdang

Disinggung, dari mana mengetahui tumpukan sampah di Pantai Sukaraja sudah hampir berpuluh tahun, Gilang menjelaskan, informasi itu didapat dari Pandawara yang ada di seluruh Indonesia.

Sementara, untuk penyebutan mengapa Pantai Sukaraja ini diklaim sebagai pantai terkotor nomor 2 di Indonesia, Gilang berkata karena pantai terkotor nomor satu ada di Pandeglang dan sebelumnya sudah mereka bersihkan bersama warga.

"Untuk itu, kita juga mempunyai alasan mengapa melakukan kegiatan di sini dan menyebutkan bahwa Pantai Sukaraja ini nomor dua terkotor se-Indonesia dan nomor satunya itu yang di Pandeglang," ungkap Gilang.

Pandawara Group sukses melakukan aksi bersih-bersih di Pantai Sukaraja, Lampung, pada Senin 10 Juli 2023. Ada sekitar 3.700 orang yang ikut di aksi itu. Tak hanya warga, ada Polisi, TNI dan pihak Pemprov Lampung yang turut berkolaborasi dalam aksi tersebut. (TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: Seorang Remaja Tewas Ditabrak Truk Saat Lakukan Aksi Begal Bersama Komplotannya di Jalan Raya Medan-Tebing Tinggi