POJOKSATU.id, JAKARTA — Jumlah kursi PAN dan Golkar cukup di DPR membentuk koalisi mengusung Capres Cawapres di Pilpres 2024. Pasangan Airlangga-Zulhas pantas didorong maju ke Pemilu.

Perolehan suara dan kursi PAN dan Golkar sudah cukup untuk mengusung pasangan sendiri seperti Airlangga-Zulhas.

Jumlah kursi Golkar dan PAN adalah 129. Melebihi batas minimun 20 persen, 115 kursi. Artinya, Golkar dan PAN saja sudah cukup membentuk poros kekuatan sendiri.

Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menyebutkan, dalam simulasi pengusungan pasangan capres dan cawapres, PAN menyusun beberapa alternatif yang potensial menjadi kandidat.

“Selain yang diajukan oleh partai-partai lain, di internal PAN sendiri ada yang menginginkan agar Zulhas diusung menjadi cawapres,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/6/2023).

Hal itu tentu sangat wajar sebagai bagian dari dinamika menyongsong Pilpres 2024.

Bagi PAN, pasangan Airlangga-Zulhas pantas untuk didorong. Pertama, sejak awal kedua tokoh ini telah menginisiasi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Hubungan dan komunikasi antara keduanya sudah tentu sangat baik. Tinggal melihat potensi dan peluang dalam kontestasi nanti.

“Kedua, perolehan suara dan kursi kedua partai ini sudah cukup untuk mengusung pasangan sendiri,” tegas Saleh Daulay.

Jumlah kursi Golkar dan PAN adalah 129. Melebihi batas minimun 20 persen, 115 kursi. Artinya, Golkar dan PAN saja sudah cukup membentuk poros kekuatan sendiri.

Ketiga, segmentasi pemilih kedua partai politik ini berbeda. Kerjasama keduanya diyakini akan mampu memperluas jaringan masing-masing.

Dan pada saat yang sama, masyarakat juga memiliki pilihan alternatif yang diyakini mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan.

Atas dasar itu, PAN masih terus melakukan kajian serius. Tidak hanya melihat peluang pasangan Airlangga dan Zulhas. Tetapi juga melihat peluang pasangan lain yang lebih potensial.

"Kalau mau koalisi dengan capres lain, PAN tidak malu-malu menyebut dan menawarkan Erick Thohir sebagai cawapres-nya,” kata Ketua Fraksi PAN DPR RI ini.

“Ini penting disampaikan mengingat Erick Thohir selama ini sangat dekat dengan PAN. Banyak kegiatan PAN di daerah yang dihadiri dan didukung," katanya.

Soal KIB, masih tetap jalan dan akur. Penentuan pilihan capres dan cawapres belum selesai. Karena itu, potensi ketiga partai untuk bersama tetap masih ada.

“Dinamika politik masih berjalan dan diyakini akan semakin tinggi menjelang pendaftaran pasangan capres dan cawapres,” kata Saleh Daulay Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini. (ikror/pojoksatu)