POJOKSATU.id – Aroma ketegangan langsung terasa di RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung, setelah seorang petugas cleaning service berinisial F ditemukan tewas mengenaskan di ruangan gudang lantai 2 gedung utama rumah sakit.

Kasus ini langsung menyebar cepat dan memicu kehebohan publik karena pelaku bukan orang asing, melainkan atasannya sendiri, seorang kepala cleaning service berinisial R.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 19.30–20.00 WIB.

Baca Juga: Pemerintah Beri Sinyal, Jadwal Gaji Ke-13 2026 ASN Belum Resmi Diumumkan, Simak Penjelasannya

Korban F, 24 tahun, sedang berada di area gudang ketika pelaku mendatanginya.

Dari keterangan kepolisian, keduanya sedang berbicara mengenai masalah utang piutang.

Pelaku R mengaku kesal karena korban tak kunjung membayar utang sekitar Rp5 juta.

Baca Juga: Gaji Pensiun ASN Januari 2026 Belum Cair? Bukan Telat Bayar, Ini Penyebabnya

Percakapan yang awalnya hanya berupa teguran berubah menjadi pertengkaran sengit. Dalam hitungan menit, situasi memanas dan berujung pada aksi kekerasan brutal.

Dari pengakuannya kepada penyidik, pelaku memukul korban menggunakan martil atau palu, menghantam bagian vital tubuh korban hingga tersungkur.

Setelah serangan itu, tubuh F bersimbah darah di lantai gudang.

Baca Juga: Inilah Data Terbaru Bencana Sumatra 1.177 Meninggal, 242 Ribu Mengungsi

Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh petugas lain yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak keamanan rumah sakit.

Kejadian ini sontak membuat geger seluruh pegawai RSUD Majalaya yang tak menyangka tragedi berdarah itu terjadi di lingkungan kerja mereka sendiri.

Usai melakukan aksi keji tersebut, R kabur sejenak sebelum akhirnya menyerahkan diri ke Polresta Bandung.

"Pelaku mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap Fikri di salah satu ruangan lantai 2 Gedung Utama RSUD Majalaya."

"Pengakuan sementara pelaku melakukan pembunuhan tersebut menggunakan martil,"

Baca Juga: Pemerintah Beri Sinyal, Jadwal Gaji Ke-13 2026 ASN Belum Resmi Diumumkan, Simak Penjelasannya

kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan dikutip pojoksat.id dari detik 5/1/2026

"Motif pengakuan awal pelaku melakukan pembunuhan dikarenakan korban memiliki utang piutang Rp5 juta," tegasnya.

Langkah ini menjadi titik terang awal bagi penyidik untuk membongkar motif dan kronologi lengkap kasus yang menggemparkan masyarakat Bandung ini.

Baca Juga: Inilah Data Terbaru Bencana Sumatra 1.177 Meninggal, 242 Ribu Mengungsi

Polisi menyebut R mengaku melakukan aksi tersebut karena emosi dan tekanan akibat persoalan utang yang tak kunjung selesai.

Sementara itu, laporan medis dari lokasi kejadian menguatkan dugaan bahwa korban tewas akibat pukulan benda tumpul, sesuai dengan pengakuan penggunaan palu.

Namun, penyidik masih mendalami apakah ada faktor lain yang turut mendorong aksi kekerasan tersebut, termasuk apakah pembunuhan itu direncanakan atau terjadi secara spontan.

Baca Juga: Pemerintah Beri Sinyal, Jadwal Gaji Ke-13 2026 ASN Belum Resmi Diumumkan, Simak Penjelasannya

Kasus ini tidak hanya menimbulkan kengerian, tetapi juga memicu diskusi publik soal keamanan di lingkungan kerja, terutama di area vital seperti rumah sakit.

Banyak pihak mempertanyakan bagaimana sebuah tindak kekerasan ekstrem bisa terjadi di ruang tertutup yang seharusnya selalu berada dalam pengawasan.

Di sisi lain, muncul pula pertanyaan masyarakat terkait hubungan kerja antara pelaku dan korban.

Sebagai kepala cleaning service, R seharusnya memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan bawahannya.

Namun, kasus ini justru menunjukkan penyalahgunaan kuasa yang fatal, sehingga membuat publik semakin geram.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengumpulkan bukti tambahan dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Baca Juga: Pemerintah Beri Sinyal, Jadwal Gaji Ke-13 2026 ASN Belum Resmi Diumumkan, Simak Penjelasannya

Informasi mengenai dugaan penggunaan senjata lain atau perbedaan laporan awal dari media lokal juga sedang diklarifikasi penyidik agar kasus ini bisa dipastikan dengan akurasi penuh.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa persoalan utang piutang, sekecil apa pun nominalnya, bisa berubah menjadi ledakan mematikan jika tidak ditangani dengan bijak.

Terlebih ketika melibatkan relasi atasan dan bawahan yang seharusnya dibangun atas dasar profesionalisme.

Baca Juga: Pemerintah Beri Sinyal, Jadwal Gaji Ke-13 2026 ASN Belum Resmi Diumumkan, Simak Penjelasannya

Publik Bandung kini menunggu perkembangan kasus ini, termasuk keputusan hukum terhadap pelaku R yang telah mengakui perbuatannya.

RSUD Majalaya sendiri menyatakan siap mendukung proses penyelidikan hingga tuntas, serta memperketat pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang.***