POJOKSATU.id - Pakar Transportasi ITB (Institut Teknologi Bandung) Ir R Sony Sulaksono Wibowo mengatakan, ada beberapa kemungkinan penyebab kecelakaan kerata api di Cicalengka, Kabupaten Bantun.
Satu hal yang disorot Sony adalah bahwa kecelakaan kereta api di Cicalengka itu terjadi di satu jalur rel yang sama.
Maka, kecelakaan kereta api di Cicalengka itu bisa saja disebabkan karena masalah sinyal, komunikasi atau lainnya.
Baca Juga: UPDATE Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka jadi 4 Orang, Terbaru Security
"Ada kemungkinan karena miskomunikasi. Apakah salah dari sinyalnya atau salah dari masinisnya, atau salah dari isyaratnya? Karena ada komunikasi lewat sinyal dan lewat isyarat," ungkap Sony kepada Pojoksatu.id, Jumat 5 Januari 2024.
Menurut Sony, jalur tunggal rel kereta (single track) memang sangat rawat kecelakaan kereta.
"Dalam prosedur kereta api, untuk single track, kereta api harus bergantian," kata Sony.
Baca Juga: Empat Korban Kecelakaan Kereta Api Turangga dan Kereta Api Lokal Baraya Berhasil Dievakuasi
Nah, yang jadi prioritas, biasanya adalah kereta eksekutif dalam hal ini KA Turangga 56.
Sementara kereta api lokal, akan berhenti lebih dulu ke salah satu emplasemen di stasiun terdekat dan menunggu KA Turangga lewat.
"Baru kereta lokal masuk ke jalur utama," tuturnya.
Baca Juga: Soal Tabrakan Kereta Api Turangga-KA Bandung Raya, DPR Menduga Faktor Ini yang Jadi Penyebab Utama
Karena itu, Sony menilai pembangunan jalur ganda (dauble track) harus secepatnya dibangun untuk menghindari kejadian serupa.
"Ke depannya memang harus disegerakan pembangunan (double track) jalur selatan," ungkapnya.
Sampai saat ini, jalur double track baru ada untuk jalur utara saja. Sementara jalur selatan sempat tertunda.
Selain itu, perlu juga peningkatan dari berbagai kemungkinan timbulnya masalah di lapangan terkait komunikasi.
Seperti perbaikan sinyal hingga komunikasi insyarat di jalur yang masih single track.
"Karena bagaimana pun juga kereta api masih menjadi salah satu angkutan favorit untuk jarak jauh, terutama saat musim liburan," ujarnya.
Seperti yang diketahui, KA Turangga PLB 65A bertabrakan dengan KRD Baraya, di petak Haurpugur-Cicalengka Km 181+700, Kabupaten Bandung, pukul 06.30 WIB.
KA Turangga melaju dari Stasiun Gubeng, Surabaya, dengan tujuan akhir Stasiun Bandung.
Sementara itu, KA Commuterline Bandung berangkat dari Padalarang menuju Cicalengka.
Data terakhir menyebutkan bahwa ada 4 korban jiwa, yakni masinis, asisten masinis, pramugara KA Turangga dan seorang security.
Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kereta api di Cicalengka, PT KAI akan manggandeng KNKT.(Nida Khairiyah)***




