POJOKSATU.id - Perusahaan sepatu ternama, PT Sepatu Bata (Tbk) BATA, mengumumkan penutupan fasilitas produksi mereka di Purwakarta, Jawa Barat.
Pengumuman ini dilakukan melalui Keterbukaan Informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Selasa, tanggal 30 April 2024.
Hatta Tutuko, Direktur & Sekretaris Perusahaan Sepatu Bata, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena perusahaan telah mengalami kerugian selama empat tahun berturut-turut.
Selain itu, tantangan dari pandemi dan perubahan perilaku konsumen yang cepat juga mempengaruhi industri secara keseluruhan.
Hatta menyebutkan bahwa penurunan permintaan terhadap produk yang diproduksi di Pabrik Purwakarta dan kelebihan kapasitas produksi menjadi alasan utama penutupan tersebut.
Dia menegaskan bahwa perusahaan tidak lagi dapat mempertahankan produksi di pabrik tersebut karena permintaan pelanggan terus menurun.
Sementara kapasitas produksi pabrik jauh melampaui kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh pemasok lokal di Indonesia.
Perlu diketahui, PT Sepatu Bata (Tbk) BATA adalah perusahaan asal Republik Ceko yang didirikan oleh tiga bersaudara, yaitu Tomas, Anna, dan Antonin Bata.
Sejarah Bata
Sejarah perusahaan sepatu Bata di dunia dimulai pada tanggal 21 September 1894.
Saat itu Tomas, Anna, dan Antonin Bata mendirikan perusahaan ini di Zlin, Republik Ceko.
Baca Juga: Ferry Jambul Merah Jadi Ketua AKLINAS Karawang
Mereka adalah generasi kedelapan dari keluarga Bata yang telah lama terlibat dalam bisnis sepatu.
Awalnya, bisnis keluarga Bata hanya berupa bengkel tradisional yang dijalankan oleh satu orang.
Namun, ketiga saudara ini mengubah bisnis tersebut menjadi sebuah perusahaan, mempekerjakan sepuluh orang untuk memulainya.
Pada tahun 1897, perusahaan Bata mulai menggunakan mesin modern yang beroperasi dengan uap.
Baca Juga: Fakta Putusan Cerai Ria Ricis dan Teuku Rya Terkuak Ke Publik, Ternyata ini Alasan Sang Youtuber
Menjadikannya perusahaan sepatu massal pertama di Eropa.
Toko Bata pertama dibuka di Zlin pada tahun 1899.
Dalam enam tahun produksinya meningkat secara signifikan, mencapai 2.200 pasang sepatu setiap hari pada tahun 1905.
Ini membuat Bata menjadi produsen alas kaki terbesar di Eropa pada saat itu.
Pada tahun 1930-an, Bata mulai melakukan ekspansi internasional, membuka toko di berbagai negara di Eropa, Asia, dan Amerika.
Baca Juga: STIP Sebut Budaya Kekerasan Sebenarnya Sudah Tidak Ada di Kampus, Tapi Faktanya Kecolongan
Di beberapa negara, perusahaan ini menggunakan nama yang berbeda, seperti Cali-Bata di Jawa, Bataville di Perancis, dan lain-lain.
Pada tahun 1938, Bata sudah memiliki kehadiran di lebih dari 30 negara, dengan 5.300 toko di seluruh dunia dan menjual 60 juta pasang sepatu setiap tahun.
Popularitas sepatu Bata semakin meningkat ketika digunakan oleh atlet dan artis terkenal seperti Earvin "Magic" Johnson, Kurt Cobain, John Goodman, dan Robin Williams.
Pada tahun 2024, Bata diakui oleh Guinness World Records sebagai produsen dan pengecer sepatu terbesar di dunia.***



