POJOKSATU.id - 'Ospek' terhadap jajaran Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Magelang dinilai sejumlah pihak menunjukkan sisi yang kental militeristik.
Keputusan menggelar retreat di Akmil Magelang merupakan kehendak Presiden Prabowo Subianto usai jajaran kabinet resmi dilantik.
Namun anggapan itu dibantah Prabowo dan menyatakan bahwa retreat Kabinet Merah Putih itu bukan bermaksud untuk militeristik.
Baca Juga: Usai Tiga Hakim dan Pengacara, Kejagung Sebut Bakal Ada Tersangka Baru di Kasus Suap Ronald Tannur
Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu berisikan latihan serta pengarahan kepada seluruh jajaran Menteri dan Wakil Menteri.
Cara ini disebut Prabowo sebagai The Military Way yang sudah biasa dilakukan di pemerintahan atau perusahaan.
"Saya tidak bermaksud membuat anda militeristik. Salah, bukan itu. The military way ditiru oleh banyak pemerintah terutama perusahaan-perusahaan," ujar Prabowo, Jumat 25 Oktober 2024.
Baca Juga: Pramono Anung Gagas Sarapan Gratis Sabagai Pelapis Makan Siang Gratis Prabowo
Tujuannya adalah untuk menyelaraskan kedisiplinan dan kesetiaan pada bangsa dan negara.
"The military way inti dari semua perusahaan adalah disiplin. Kedua, kesetiaan benar-benar minta saudara tidak setia kepada Prabowo, setia kepada bangsa dan negara Indonesia," sambungnya.
Dalam pengarahan itu, Prabowo menyampaikan sejumlah hal penting kepada seluruh anak buahnya.
Di antaranya fokus dan komitmen masing-masing Kementerian dan Lembaga untuk bekerja.
Dari mulai mengentaskan kemiskinan, makan bergizi gratis, pemberantasan korupsi, swasembada pangan hingga swasembada energi.
"Saya di sini mengangkat sumpah untuk mempertahankan bangsa dan negara, setia kepada bangsa dan negara kita semua," tegas Prabowo.
Di akhir pengarahan, Prabowo bersama dengan jajaran Menteri dan Wakil Menteri juga kompak menutup dengan foto bersama sembari menyemarakkan yel-yel Merah Putih.***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:




