POJOKSATU.id, Jakarta — Operasi pemberantasan narkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri di Kampung Bahari, Jakarta Utara, mendapat dukungan dari berbagai kalangan.
Salah satu apresiasi datang dari KH Misbahul Munir, Pimpinan Pondok Pesantren Ilmu Qur’an di kawasan tersebut.
Ia menilai operasi gabungan itu membawa perubahan signifikan.
Sebelum penindakan dilakukan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba berlangsung terbuka. Namun kini situasi dinilai lebih kondusif.
“Operasi bersama ini memberi dampak nyata dengan berkurangnya aktivitas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kondisinya tidak semarak dan vulgar seperti sebelumnya,” ujarnya.
KH Misbahul Munir menyebut warga kini mulai merasakan kembali rasa aman setelah bertahun-tahun hidup dalam ketidaknyamanan.
Masyarakat, kata dia, menyampaikan terima kasih kepada BNN dan Polri atas penegakan hukum yang dilakukan.
Ia berharap operasi tidak bersifat sesaat.
“Kami berharap langkah ini tidak hanya insidental. Perlu program berkelanjutan dari BNN, Polri, dan pemerintah daerah,” katanya.
Menurutnya, pemberantasan narkoba perlu disertai pendekatan sosial-ekonomi.
Program pemberdayaan dinilai penting agar warga yang terjerat dalam jaringan peredaran dapat beralih ke kegiatan yang lebih baik.
“Jika akar masalah ekonomi bisa diatasi, mereka yang semula menjadi pengedar bisa diarahkan ke jalan yang benar,” ujarnya.
KH Misbahul Munir bersama warga juga berencana mengembangkan Kampung Bahari menjadi kampung santri, dengan memperkuat kegiatan keagamaan seperti pengajian anak-anak dan majelis dzikir rutin.
Aktivitas tersebut diharapkan mampu menekan praktik maksiat yang selama ini terjadi.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan memperkuat kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
Sebelumnya, BNN dan Polri menggelar operasi gabungan di Kampung Bahari pada Jumat (7/11), dipimpin Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto dengan mengerahkan 700 personel.
Dari operasi tersebut, ditemukan barang bukti berupa 89.159,42 gram sabu, 91,53 gram ganja, 159 butir ekstasi, uang tunai Rp 1.468.253.000, serta uang palsu Rp 5.500.000.
Komjen Suyudi mengapresiasi kolaborasi BNN dan Polri dalam menindak jaringan narkoba di wilayah rawan.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama kuat antara aparat dan masyarakat.
“Seluruh lapisan masyarakat diharapkan aktif memberikan informasi agar kejahatan narkotika dapat diberantas hingga ke akar,” ujarnya.




