POJOKSATU.id, JAKARTA – Olah TKP gabungan digelar pihak kedokteran, kepolisian, Puslabfor, Inafis Bareskrim Polri, dan dokter RSCM, terkait tewasnya Staf Kemlu Arya Daru Pangayunan, Jumat (11/7).
Olah TKP ini merupakan yang ketiga kalinya digelar polisi untuk menyelidiki tewasnya Diplomat Kemlu tersebut pada Selasa (8/7) lalu.
Olah TKP pertama digelar Selasa (8/7), lalu kedua kalinya pada Rabu (9/7) dan kali ketiga dilakukan gabungan digelar pada Jumat (11/7).
"Tadi pagi, rekan-rekan kami dari penyelidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan olah TKP. Penyelidik mendatangi TKP dan melakukan olah TKP bersama-sama dengan berbagai ahli," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat.
Baca Juga: DH Ternacam 12 Tahun Penjara dan Denda 5 Milyar, Gegara Jualan Obat Hexymer dan Tramadol
Ade Ary menjelaskan tim penyelidik Polda Metro Jaya melakukan olah TKP bersama-sama dengan pihak kedokteran, kepolisian, Puslabfor, Inafis Bareskrim Polri, serta dokter dari RSCM.
Ia menambahkan ,saat ini penyelidik juga masih menunggu hasil otopsi atau hasil pemeriksaan organ dalam secara laboratoris. Kemudian juga masih menunggu proses pemeriksaan patologi.
"Jadi pada prinsipnya penanganan kasus ini akan kami tangani dengan sebaik-baiknya secara proporsional dan juga profesional berdasarkan SOP yang berlaku," kata Ade Ary.
Baca Juga: Sosok Ayah Arya Daru Pangayunan Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Doktor Lulusan Luar Negeri
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Karyoto dalam keterangannya, Jumat, menyebutkan, ada sejumlah bukti yang perlu dipelajari oleh forensik, baik itu kamera pengawas (CCTV), hasil autopsi dan juga termasuk digital.
"Digital itu dari laptop dan lain-lain, nanti dari forensik barangkali membuka ponsel bisa di-trace, kemana, jam berapa, dia berhubungan dengan siapa," katanya.
Kapolda Metro Jaya menerangkan, hasil olah TKP ini kemungkinan baru akan diketahui seminggu lagi.***




