POJOKSATU.ID – Kasus tindak kekerasan siswa SMAN 1 Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) belakangan ini ramai disorot publik.

Seperti diketahui, aksi kekerasan itu ditujukan ke guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 1 Sinjai, Mauluddin.

Di mana, pelaku berinisial MF (18) yang aniaya guru tersebut turut disaksikan dan dibiarkan oleh ayahnya yang diketahui seorang polisi.

Baca Juga: 518 Honorer Terancam PHK 2026, Pemprov NTB Masih Cari Jalan Tengah

Tidak heran, Propam Polres Sinjai yang mengetahui hal itu sontak melakukan penyelidikan terhadap oknum polisi tersebut.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Heraloebss pada Kamis (18/9/2025).

“Sementara dilakukan pemeriksaan terhadap oknum polisinya. Propam yang periksa," jelas Kapolres Sinjai AKPB Harry Azhar.

Baca Juga: Lapangan Kerja Seret, Konsumsi Lesu! BI Bongkar Fakta Ekonomi Indonesia 2025

Harry juga menambahkan bahwa pihaknya tengah menindaklanjuti laporan dari guru yang menjadi korban kekerasan muridnya.

Sebab, Mauluddin yang jadi korban tindak amoral MF disinyalir mengalami luka cukup serius di bagian wajah.

“Kami sudah terima laporannya. Pada saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi dan kalau terbukti kita akan tetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

Baca Juga: Kronologi Oknum Polisi di Sulsel Biarkan Anaknya Aniaya Guru SMAN 1 Sinjai Hingga Babak Belur

Lebih lanjut, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Sinjai Muh Suardi turut mengonfirmasi aksi kekerasan tersebut.

Menurut Suardi, kasus ini bermula ketika Mauluddin mendapati MF sedang tidak berada di kelas meski sudah masuk jam pembelajaran pada Selasa (16/9/2025).

Diketahui, aksi bolosnya itu disinyalir tidak hanya sekali terjadi, melainkan sudah berulang-ulang kali.

Baca Juga: ETH ke IDR di Bitget: Pemantauan Harga Real-Time dan Panduan Mudah Membeli

“Ini anak sebenarnya sering didapati tasnya ada di kelas, orangnya tidak ada saat belajar,” jelas Suardi.

“Sehingga Wakasek melakukan penertiban dengan keliling ke kelas-kelas dan saat itu didapat ada tasnya itu siswa, tetapi orangnya tidak ada,” lanjutnya.

“Nanti ketika pulang sekolah baru datang ambil tasnya. Kita tidak tahu ini anak ke mana, dan ini sudah sering didapati,” imbuhnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Prabowo: Mimpi Pemerataan Pendidikan yang Akan Diuji Waktu

Resah dengan sikap MF, Mauluddin akhirnya mengarahkan muridnya itu ke ruang BK guna menjalani pembinaan.

Tidak lain, hal tersebut dilakukan agar adanya pembenahan karakter dari murid SMAN 1 Sinjai tersebut.

Diketahui, MF tidak hanya hadir seorang diri, melainkan ayahnya yang seorang polisi juga ikut diminta untuk datang ke ruang BK.

Baca Juga: Kapolres Karawang Pimpin Patroli Laut, Perairan Dipastikan Aman

Namun, hal mengenaskan justru terjadi saat oknum polisi itu tiba di tempat dan meminta Mauluddin juga ikut hadir.

Sebab, Wakasek SMAN 1 Sinjai yang mengindahkan permintaan orang tua pelaku langsung jadi sasaran kekerasan muridnya.

Yang mana, dirinya dianiaya dari arah belakang dan disaksikan langsung oleh orang tua murid tersebut.

Baca Juga: Tak Terima Dilaporkan Sering Bolos, Siswa SMAN 1 Sinjai Aniaya Guru di Ruang BK

“Pada saat duduk di ruang BK, ini orang tua siswa meminta dipanggilkan Wakasek Kesiswaan yang namanya Pak Maul itu. Pak Mauluddin," jelas Suardi.

"Ketika Pak Mauluddin masuk di ruangan BK, langsung ini anak melompati dari belakang dan dia pukul dari belakang,” lanjutnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov