POJOKSATU.ID – Belakangan ini publik tengah dihebohkan dengan kasus viral di Universitas Nias (Unias).

Yang mana, seorang oknum dosen dinilai amoral usai buang skripsi mahasiswa saat berada di ruang lingkup kampus.

Berdasarkan informasi beredar, dibuangnya skripsi tesebut saat mahasiswa hendak meminta tanda tangan konfirmasi tugas akhir.

Baca Juga: Viral Oknum Dosen di Nias Buang Skripsi Mahasiswa saat Dimintai Tanda Tangan

Namun, para mahasiswa yang melihat skripsnya dibuang, sontak tersulut emosi dengan berakhir menendang meja oknum dosen tersebut.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @acakadulltsszz pada Selasa (26/8/2025).

Dalam unggahannya, tampak jelas sejumlah mahasiswa bersitegang dengan dosen tersebut di ruangannya.

Baca Juga: Festival Kuliner Kampoeng Tempo Doeloe 2025: Ratusan UMKM, Cashback BRI, dan Konser Musik Spektakuler

Hingga, beberapa di antara mereka melampiaskan amarahnya dengan menendang-nendang meja hingga lemari di dalam ruangan tersebut.

“Dosen pembimbing melempar skripsi ke lantai yang membuat mahasiswa ngamuk,” jelas di-caption.

“Hingga menendang meja, mahasiswa: jangan dipersulit, ibu kemana saja 1 minggu,” lanjut utasan akun.

Baca Juga: Mengabdi 40 Hari di Desa Ciptamargi: Mahasiswa IPB University Ukir Inovasi dan Kolaborasi

Perlu diketahui, sebelumnya beredar luas yang memperlihatkan sosok dosen wanita itu tengah bercecokan dengan sejumlah mahasiswanya.

Sebab, oknum dosen tersebut disinyalir tidak kunjung memberikan tanda tangannya dalam memperlancar proses skripsi mahasiswa yang dididiknya.

Padahal, sejumlah mahasiswa Unias itu sudah lama menunggu tanda tangan oknum dosen tersebut yang jadi pembimbing skripsi.

Baca Juga: Program Pemenuhan Kualifikasi S1 D4 Guru 2025 Dibuka, Guru Bisa Kuliah Tanpa Tinggalkan Kelas, Begini Syarat dan Pendaftarannya

Berdasarkan informasi dihimpun, mereka sudah menunggu sejak seminggu lamanya demi meminta tanda tangan sang dosen.

Namun, para mahasiswa yang berjuang untuk lulus tepat waktu itu tidak kunjung menerima tanda tangan dosen pembimbingnya.

Ditambah, saat mereka meminta tanda tangan, oknum dosen wanita Unias itu justru membuang berkas tugas akhir mahasiswanya.

Baca Juga: Pengacara Ungkap Kacab BRI Cempaka Putih Tewas di Cawang, Oknum Aparat Inisial F Disebut Terlibat

Alhasil, tindakan amoral itu sontak memicu amarah para mahasiswa hingga berujung melakukan pemberontakan.

Kendati demikian, ekspresi emosional para mahasiswa tersebut justru dinilai publik kurang etis, meskipun mereka sudah dirugikan.

“Generasi mental tepung, kepanasan dikit gosong, kepanasan dikit mlembung, jangan harap ilmumu bermanfaat,” cuit @You@!*.

Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Dwi Hartono, Otak Pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Dikenal Crazy Rich asal Jambi

“Sekarang anak mahasiswa brani2, jaman sy kuliah taun 90-an buat judul salah saja saya sudah dilempar lembaran skripsi,” ketik @Fann$%#@.

“Wkwkwkwk, galakan mahasiswanya ketimbang dosennya, kocak. Satu minggu minta TTD Pengesahan. Kalau saya jadi dosennya saya DO tu orang, ndak punya akhlak,” cuit akun @rud@!%. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov