POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus mengejutkan kembali terjadi di kawasan Boyolali, Jawa Tengah (Jateng).

Yang mana, salah satu peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) gagal duduk di bangku pemerintah.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi lantaran wanita bernama Tri Cahyaningsih memiliki tinggi badan kurang 0,5 cm.

Baca Juga: Pameran Spesial Honda di Trans Studio Mall Bandung: Promo Gila-gilaan untuk Motor Listrik dan Reguler!

Padahal, Tri Cahyaningsih memiliki skor tertinggi di kawasan Jateng saat mencoba bekerja sebagai PNS.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @fakta.indo pada Kamis (20/2/2025).

Dalam unggahannya, Tri terpaksa gagal menjadi PNS lantaran tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Baca Juga: HARI INI! Kemenag Umumkan Nama 70.652 Peserta PPG Daljab Angkatan I, Yuk Segera Cek EMIS dan SIAGA!

“Tri Cahyaningsih, buruh pabrik asal Boyolali, mencatatkan skor tertinggi dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kemenkumham Jateng,” jelas di-caption.

“Namun, ia harus menerima kenyataan pahit karena gagal di tahap selanjutnya akibat tinggi badannya kurang 0,5 sentimeter,” lanjutnya.

Diketahui, persyaratan yang ditentukan dalam seleksi CPNS di Kemenkumham ini memiliki standar tinggi badan 158 cm.

Baca Juga: 9 WAKIL INDONESIA Tampil di German Open 2025, DIMULAI 25 Februari Mendatang, Alwi Farhan Jadi Tumpuan di Babak Utama

Namun, kriteria yang dimiliki kurang dari ketentuan persyaratan dengan memiliki tinggi badan 157,5 cm.

Padahal, Tri diketahui merupakan satu-satunya peserta CPNS yang memiliki skor SKD paling tingi di Jateng.

Yang mana, dirinya berhasil mendapatkan skor 476 dari ribuan peserta yang mendaftar seleksi CPNS.

Baca Juga: Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Rp626,6 Triliun, Dukung 35,9 Juta Pengusaha UMKM Naik Kelas

“Dengan skor 476, ia membuktikan kemampuannya, meski akhirnya terhenti di tahap seleksi kesehatan,” pungkasnya.

Tidak heran, fenomena ini sontak menjadi perbincangan hangat netizen lantaran kekurangan yang dimiliki Tri nyaris mendekati angka sempurna. ***