POJOKSATU.id, JAKARTA -- Pengamat politik Ujang Komarudin menganalisa dukungan Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin, kepada calon presiden Prabowo Subianto.
Menurut Ujang, dukungan tersebut bisa jadi sinyal Habib Rizieq Shihab (HRS) mendukung Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo. Namun sebaliknya bisa juga tidak mendukung.
"Mungkin-mungkin saja ya, bisa juga sinyal Habib Rizieq dukung Prabowo, bisa juga tidak," kata Ujang kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Senin (12/5/2023).
Kendati begitu, Direktur Ekskutif Indonesia Political Review (IPR) belum bisa memastikan apakah dukungan PA212 merupakan representasi dari Habib Rizieq.
Baca Juga :
Novel PA 212 Beberkan Alasan Tarik Dukungan ke Capres Prabowo, Dimarahin Habib Rizieq?
Menurut dia, secara personal Habib Rizieq belum menyatakan sikap politik mendukung atau tidak.
"Kita belum bisa memastikan lah secara pribadi Habib Rizieq mendukung Prabowo, tapi melihat pernyataan 212 kita bisa menduga-duga," ujarnya.
Sebelumnya, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menyatakan dukungan penuh terhadap Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Menurut Novel Bamukmin, Prabowo merupakan sosok terbaik untuk dipilih umat muslim Indonesia.
Alasannya, Novel Bamukmin menilai Prabowo Subianto punya power untuk menyelesaikan kasus KM 50.
"Siapa lagi kalau bukan Prabowo Subianto yang kadernya telah terjun langsung tangani kasus KM 50 seperti Bang Fadli Zon dan Ustaz Romo," sebut Novel Bamukmin.
"Dengan begitu jelas tidak mungkin umat Islam khususnya, spirit 212 mendukung kelompok pendukung pelaku penembakan terhadap laskar," kata Novel Bamukmin beberapa hari lalu.
Di sisi lain, Novel Bamukmin malah tampak pesimistis terhadap Anies Baswedan. Menurut dia, Anies sulit untuk memperjuangkan kasus KM50.
"Anies Baswedan justru sedang menghadapi penjegalannya sebagai capres sehingga untuk membawa dirinya lepas dari penjegalan adalah hal yang sulit apalagi untuk bisa berkomitmen membongkar kasus KM 50," ujar Novel.
Namun tak berselang lama, tiba-tiba Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengungkap alasan dirinya menarik dukungan ke capres Prabowo Subianto karena masih menunggu perintah dan arahan Habib Rizieq Shihab (HRS).
"Dan sedari itu saya saat ini masih setia menunggu komando IB HRS untuk menentukan pilihan dan memperjuangkan capres dan cawapres yang ditentukan," kata Novel kepada Pojoksatu.id, Senin (12/6/2023).
Murid Habib Rizieq ini mengakui dengan situasi politik yang semakin memanas menjelang Pilpres 2024 mendatang, juga bisa penyebab gampangnya pernyataan digoreng oleh pihak-pihak terkait.
"Isu politik yang memang sudah mulai memanas dalam eskalasi politik saat ini, juga untuk menjatuhkan lawan politiknya secara tidak sehat," ujarnya.
Karena itu, Novel mengajak semua pihak yang terlibat dengan dalam kontestasi politik agar tetap menjaga persatuan sesama anak bangsa.
"Dengan itu mari sama-sama kita menjaga persatuan dan menjungjung persaudaraan," tegasnya.
Reporter: Mufit




