POJOKSATU.id, JAKARTA--Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel buka-bukaan dengan menyebut hasil uang pemerasan sertifikasi K3 diterima Bu Menteri.
Noel menyebut inisial asal partainya tiga huruf, salah satunya K. Menurut Noel, praktik pemerasan ini sudah berlangsung lama atau sejak 2012 lalu sesuai keterangan saksi.
Fakta ini disampaikan Noel menjelang sidang lanjutan perkara kasus suap sertifikasi K3 di Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
“Partai. Partai saya kerucutkan ya, kemarin kan K, sekarang tiga huruf,” kata Noel kepada wartawan di ruang persidangan.
Baca Juga: Gaya Hidup Pelan di Tengah Kota, Tren 'Slow Living' yang Mulai Dilirik Warga Urban
Meski demikian, Noel enggan mengungkap secara gamblang identitas maupun warna partai tersebut ketika ditanya apakah berwarna hijau atau oranye.
Ia juga menyinggung adanya aliran dana pemerasan yang diduga mengarah ke lingkaran pimpinan, termasuk sosok yang dia sebut sebagai “Bu Menteri”.
“Ya, pastilah. Menteri, yang Bu Menteri siapa? Tinggal lihat saja latar belakangnya. Nggak usah saya ngomong, kasih tahu ya,” jelasnya.
Menurutnya, apa yang dia sampaikan ini merupakan fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta dan sudah dituangkan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Bukan saya yang ngomong, ini fakta persidangan. Saksi-saksi yang bicara, jaksa yang bicara, BAP yang bicara. Bukan saya. Saya ini Wamen, orang baru 10 bulan,” ujar Noel.
Noel juga mengklaim praktik pemerasan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah berlangsung sejak lama.
"Praktik itu saksi-saksi menyampaikan dari tahun 2012. Dan sebelumnya juga praktik itu sudah ada. Saya 2024. Baru sadar saya jadi pejabat ketika ditangkap KPK,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan saksi di persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, praktik tersebut disebut sudah terjadi sejak 2012, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Wakil Menteri.***




