POJOKSATU.ID - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya terkait dugaan keterlibatan Partai K dalam kasus pemerasan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.
Saat ditemui awak media di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (2/2/2026), Noel secara terbuka mengakui dirinya sebenarnya sudah siap untuk berbicara lebih jauh dan mengerucutkan maksud dari singkatan K yang sempat ia lontarkan ke publik.
Namun, keinginan tersebut terpaksa ia urungkan.
Baca Juga: Persik Umumkan 2 Pemain Asing Anyarnya, Ada yang Sudah Hafal Sepak Bola ASEAN
Noel menyebut ada arahan khusus yang memintanya untuk menahan diri demi menjaga situasi tetap kondusif.
“Sebetulnya lidah gue udah mau ngomong hari ini. Mau gue kerucutin nih, K ini nih. Tapi jangan dulu komentar soal itu, katanya biar para elite ini tenang dulu. Perintahnya begitu,” ujar Noel, dikutip pojoksatu.id dari liputan6.
Pernyataan tersebut sontak memunculkan spekulasi baru di tengah publik.
Baca Juga: Banyak Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN, KPK Beri Batas Waktu 31 Maret 2026
Pasalnya, Noel sebelumnya telah menyebut adanya dugaan keterlibatan sebuah partai politik dalam kasus pemerasan sertifikasi K3 yang menyeret sejumlah pihak di lingkungan Kemenaker.
Meski demikian, Noel menegaskan bahwa keputusan untuk sementara diam bukan datang dari tekanan sembarangan.
Ia mengaku mendapat arahan dari sosok yang sangat ia hormati, meski enggan mengungkap identitasnya ke publik.
Baca Juga: 2026 Ikut Seleksi CPNS atau PPPK? Ini Perbedaan Penting yang Menentukan Masa Depan
“Ada deh. Yang jelas orang ini saya hormati sekali,” ucap Noel singkat, tanpa memberikan petunjuk lebih lanjut.
Noel menegaskan bahwa sikapnya saat ini bukan berarti menarik kembali pernyataan sebelumnya.
Ia hanya memilih menunggu momentum yang tepat, khususnya melalui proses hukum yang tengah berjalan di Pengadilan Tipikor.
Menurut Noel, identitas Partai K akan terungkap dengan sendirinya melalui fakta-fakta persidangan, bukan melalui opini atau pernyataan sepihak di luar ruang sidang.
“Saya untuk sementara tidak boleh berkomentar soal itu. Karena nanti semuanya akan sesuai fakta persidangan,” tegasnya.
Pernyataan Noel ini dinilai semakin menambah tensi politik di tengah proses pengusutan kasus pemerasan sertifikasi K3.
Publik pun menantikan apakah fakta persidangan benar-benar akan membuka tabir keterlibatan pihak-pihak yang selama ini hanya disinggung secara simbolik.
Hingga kini, proses hukum kasus tersebut masih terus berjalan.
Baca Juga: Pemkab Nias Selatan Serahkan SK kepada 629 PPPK Paruh Waktu, Layanan Publik Jadi Prioritas
Sementara itu, sikap Noel yang memilih menahan diri justru memunculkan tanda tanya besar, siapa sosok di balik Partai K dan mengapa isu tersebut dinilai cukup sensitif hingga perlu diredam sementara waktu.***




