POJOKSATU.id, JAKARTA—Nilai tukar rupiah ke dollar AS atau USD masih lemah atau terpuruk. Pada perdagangan Rabu pagi (9/4/2025), nilai tukar rupiah hanya Rp 16.933,24.

Dari data kurs transaksi Bank Indonesia (BI) sekitar pukul 08.51 WIB, Rabu, terlihat kurs jual tercatat Rp 16.933,24 dan kurs beli hanya Rp 16.764,76 saja.

Kurs ini melemah dari sehari sebelumnya atau Selasa (8/4) dimana nilai tukar rupiah sempat di angka Rp 16.648,83.

Data perubahan atau perkembangan nilai tukar rupiah ke dollar ini bisa diakses dari laman www.bi.go.id pada kategori Statistik.

Baca Juga: Klaim Luhut Binsar Pandjaitan Terhadap Kebijakan Tarif Impor Trump dan Rupiah Tembus 17.000. Sebut Tak Perlu Khawatir

Kurs jual adalah nilai tukar yang digunakan jika Anda akan menukarkan rupiah dengan mata uang asing.

Sementara kurs beli adalah nilai tukar yang digunakan saat Anda hendak menukarkan mata uang asing dengan rupiah.

Diketahui, penurunan nilai rupiah merupakan dampak dari kebijakan baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menerapkan tarif balasan atau resiprokal terhadap ratusan negara.

Trump telah mengumumkan tambahan tarif untuk produk impor asal sejumlah negara, termasuk Indonesia sebesar 32 persen yang mulai berlaku penuh per 9 April 2025 atau hari ini.

Baca Juga: 1 USD Terbaru Sentuh Rp 16.648, Sehari Sebelumnya Tembus Rp 17.200, Ini Penyebab dan Dampaknya

Sementara itu, Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Fitra Jusdiman mengatakan, kurs rupiah spot memang mengalami pelemahan dibandingkan penutupan sebelum libur panjang atau 27 Maret 2025 lalu.

Saat itu, rupiah ditutup di level Rp 16.566 per dollar AS.

Fitra Jusdiman kepada wartawan, Selasa (8/4/2025) mengatakan, kondisi ini merupakan fenomena yang dialami oleh banyak negara, khususnya sebagai dampak dari tekanan global pascapengumuman kebijakan tarif resiprokal AS pada 2 April dan pengumuman retaliasi tarif oleh China pada 4 April.***