POJOKSATU.ID - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen menegangkan ketika seorang pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk di sebuah gerai minuman.
Insiden tersebut diduga bermula dari niat baik seorang karyawan yang menawarkan es teh gratis.
Dalam rekaman yang viral, terlihat seorang pria berdiri di depan gerai minuman.
Baca Juga: Figur Misterius di Balik Ramai Isu Impor Pikap dari India, Rekam Jejak Joao Mota Kembali Disorot
Salah satu karyawan disebut mencoba menawarkan segelas es teh secara cuma-cuma dengan cara memanggil dan mendekat ke arah pria tersebut.
Namun respons yang muncul justru di luar dugaan.
Pria itu tampak tersinggung dan langsung berteriak dalam bahasa Jawa, “Opokoen? Mbok kiro gendeng ta aku?” yang berarti, “Apa maksudmu? Kamu kira aku gila?” Ucapan tersebut dikutip dari akun tiktok @pojoksatu.id.
Baca Juga: Viral! Sopir Truk CPO Terobos Barikade Jembatan Bailey Kutablang, Diduga Ancam Tabrak Petugas
Tak berhenti sampai di situ, pria tersebut terlihat membanting sebotol sirup yang berada di dekatnya.
Ia juga melempar segelas es teh kemasan ke arah area karyawan, membuat para pegawai panik dan berusaha menjauh untuk menghindari amukan.
Dalam video tersebut, seorang karyawan perempuan bahkan tampak berlari dan bersembunyi di sudut lokasi karena ketakutan.
Baca Juga: Masjid Mungsolkanas, Saksi Sunyi Cihampelas Sejak 1869 yang Lebih Tua dari Masjid Cipaganti
Beberapa pegawai lainnya terlihat berusaha menjaga jarak sambil tetap memantau situasi agar tidak semakin membahayakan.
Belum diketahui secara pasti lokasi dan waktu kejadian tersebut. Namun, video itu dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Sebagian menyayangkan reaksi agresif pria tersebut, sementara yang lain menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih sensitif ketika berinteraksi dengan orang yang diduga memiliki gangguan mental.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa situasi di ruang publik bisa berubah sewaktu-waktu.
Niat baik yang tidak disampaikan dengan cara tepat atau diterima dengan persepsi berbeda dapat memicu kesalahpahaman.
Baca Juga: Menu Nasi Cikur untuk Buka Puasa, Harum Kencur Bikin Nafsu Makan Bangkit
Di sisi lain, isu mengenai penanganan ODGJ di ruang publik juga kembali menjadi perhatian.
Diperlukan koordinasi antara masyarakat, aparat, serta dinas sosial untuk memastikan orang dengan kondisi tertentu mendapatkan pendampingan dan penanganan yang sesuai.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai tindak lanjut peristiwa tersebut.
Publik diimbau untuk tidak berspekulasi berlebihan dan tetap mengedepankan empati serta kehati-hatian dalam menyikapi konten viral di media sosial.
Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang bijak dan situasional, terutama ketika berhadapan dengan individu yang kondisinya belum sepenuhnya dipahami.***




