POJOKSATU.id, JAKARTA— Nama Dai Bachtiar kembali viral di media sosial terutama linimasa X akibat kelakuan anak perempuannya yang bernama Nina Agustina yang juga calon bupati Indramayu Jawa Barat.
Nama mantan Kapolri Dai Bachtiar menjadi trending di linimasa X (Twitter) dengan 4.498 unggahan pada Minggu (3/11).
Dan nyatanya isi percakapan di X ini adalah mengenai ketegangan antara Nina dan warga di Indramayu.
Terlihat dalam video yang beredar, Nina Agustina sampai emosi dan mengucapkan kalimat dengan keras ke warga “Saya Anak Dai Bachtiar”.
“Maaf bu ya,” kata salah seorang warga yang pakai pet di hadapan Nina Agustina.
“Kamu KTP-nya mana? Saya Anaknya Dai Bachtiar. Saya minta ditangkap malam ini. Saya tunggu jauh. Nih urusan saya,” ujar Nina dalam Potongan video yang beredar.
Ada tiga video yang diunggah akun @satria_gigin, Minggu (3/11). Berisi Perdebatan antara Nina dengan warga yang belakangan diketahui berlokasi di salah satu desa di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Akun @satria_gigin juga menambahkan narasi dalam unggahannya ini.
“Viral Calon bupati indramayu Nina Agustina berseteru dengan salah satu pendukung paslon bupati Lucky hakim. Hal ini viral karena Nina agustina menyebut dirinya "saya anaknya Dai Bachtiar (mantan Kapolri)",” ujar narasi video ini.
Baca Juga: Nina Agustina Akui Terjadi Penghadangan oleh Simpatisan Paslon Lain Saat Kampanye di Indramayu
“Nina agustina marah karena merasa dirinya dicegat atau dihadang pendukung paslon lucky hakim yang padahal dalam video terlihat jelas tidak ada unsur pencegatan atau menghadang,” kata akun @satria_gigin ini.
Dalam video yang lain di akun ini, juga terjadi perdebatan antara Nina dan warga. Musababnya, Nina merasa diadang oleh sejumlah warga saat melintas di wilayah tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat Nina Agustina ngamuk kepada salah seorang warga, lantaran merasa terganggu dan diadang warga saat melintas bersama rombongan patwal.
"Saya lewat baik-baik, kenapa kamu mencegat saya? Semuanya tadi mengacungkan jari angka dua, ngapain?" ujar Nina kepada warga tersebut.
Baca Juga: Rombongan Kampanye Nina Agustina Dihadang Pemotor Berkaos Lucky-Saefuddin di Indramayu
Nina pun menuding warga tersebut merupakan simpatisan Lucky Hakim yang juga calon bupati Indramayu nomor urut 2.
Suasana pun terlihat semakin tegang ketika beberapa pengawal Nina Agustina yang berbadan tegap tampak mengerubungi salah seorang warga tersebut.
"Kalau Anda merasa susah sama saya sebagai bupati, saya yang tanggung jawab. Saya akan telepon kapolres saya dicegat sama orangnya Lucky Hakim," ujar Nina.
Video-video ini sebenarnya sudah viral sejak sehari lalu atau sejak Sabtu (2/11).
Nina Agustina Da’i Bachtiar, adalah Bupati Indramayu periode 2021-2024. Dia kembali maju di perhelatan Pilkada Indramayu tahun 2024 ini. Nina mendapat nomor urut dua.
Nina Agustina Berikan Klarifikasi
Pada kesempatan terpisah, Nina Agustina pun mengklarifikasi terkait insiden pengadangan mobilnya oleh warga saat sedang kampanye.
"Ketika saya melintas, di depan saya sudah lihat ada motor berjajar, dengan warga pakai kaos seragam warna putih yang saya tahu pasti bukan kaos saya. Dari jauh pun sudah terlihat mengacungkan jari angka dua," jelasnya dikutip Minggu (3/11/2024).
Nina memutuskan untuk berhenti dan bertanya kepada warga apa maksud dari pengadangan tersebut.
"Saya bilang, saya anaknya Da'i Bachtiar, saya bukan orang sembarangan, saya masih Bupati Indramayu. Saya tidak mau kalau di situ terjadi apa-apa, atau masyarakat diajak dan terprovokasi," katanya.
Nina pun menuding keterlibatan wakilnya, Lucky Hakim di balik insiden tersebut. Lucky Hakim kini maju sebagai calon bupati Indramayu nomor urut 2.
"Mohon maaf buat paslon 2, khususnya Lucky Hakim, mantan wakil bupati saya, saya tegas di sini. Saya pernah ajak bicara Anda untuk bekerja sama membangun pemerintahan ini, tetapi Anda memilih berjalan sendiri-sendiri,” katanya.
“Jika Anda punya masalah pribadi, ayo selesaikan ketemu sama saya, jangan hancurkan Indramayu dan jangan memprovokasi masyarakat," tegas anak mantan Kapolri Dai Bachtiar ini.***




