POJOKSATU.id, MEDAN - Satpol PP Kota Medan menggusur kantor ranting Pemuda Pancasila (PP) yang berada di Jalan Bliton Barat Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.
Pada penggusuran itu, satu orang anggota PP tewas tertimpa bangunan yang dibongkar. Korban yang tewas tersebut bernama Dedi, Kader PP PAC Belawan.
Keterangan Ketua PP PAC Belawan, Hendra menceritakan awal mula kejadian tersebut, di saat anggota PP yang hendak mempertahankan kantor ranting mereka dari penggusuran Pemko Medan.
"Jadi, saat itu Satpol PP menertibkan kantor ranting kita yang ada di Jalan Beliton pakai palu. Beberapa anggota mecoba mempertahankan kantor itu," ujar Hendra saat dikonfirmasi pada Jumat (12/5/2023).
Dikatakannya, saat itu Dedi sedang menyelamatkan barang-barang di dalam gedung.
"Waktu itu, Dedi mau selamatkan barang-barang yang ada di dalam. Ternyata tertimpa beton gedung," tambah Hendra.
Seketika Dedi pingsan, dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, beberapa menit kemudian Dedi menghembuskan nafas terakhirnya.
"Dedi akhirnya meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumahnya di Jalan Beliton itu juga. Semalam Pak Bobby juga sudah datang, ucapkan turut berduka cita," ucapnya.
Hendra mengungkapkan, pihaknya menyayangkan tindakan yang dilakukan Satpol PP Kota Medan, karena sampai menghilangkan nyawa Dedi. Jenazah Dedi disemayamkan siang tadi, oleh keluarga.
Menurutnya, saat penggusuran tersebut, anggota Satpol PP Kota Medan tidak melakukan sterilisasi bangunan dari masyarakat. Sehingga dua kader Pemuda Pancasila yang berada di dalam kantor yang sedang menyelamatkan barang-barang, tertimpa reruntuhan bangunan.
"Ada dua kader kita yang tertimpa, satu meninggal satu lagi Ketua Anak Ranting yang mempunyai Kantor itu, dia mengalami cidera di kaki." tutupnya. (*/TIK/pojoksatu)




