POJOKSATU.id - Akibat ulah bejat dan nafsu birahi Hasyim Asy'ari yang rudapaksa anggota PPLN Den Haag (Petugas Pemilu Luar Negeri), Istana dibuat jadi repot.

Akibat nafsu birahi tak terkendali seperti sifat kebinatangan yang ia sampaikan saat khutbah di depan Presiden Jokowi, Hasyim Asy'ari dipecat sebagai Ketua KPU RI.

Keputusan tersebut diambil dalam sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta Pusat, pada Rabu 3 Juni 2024.

DKPP menganggap Hasyim Asy'ari melanggar KEPP sebagaimana Pasal 6 ayat (1) dan (2) huruf a serta c, Pasal 7 ayat (1), Pasal 10 huruf a, Pasal 11 huruf a dan d, Pasal 12 huruf a, Pasal 15 huruf a dan d, Pasal 16 huruf e, dan Pasal 19 huruf f Peraturan DKPP No. 2/2017.

Baca Juga: Fakta Terungkap, Usai Paksa Cindra Aditi Hubungan Badan Hasyim Asy'asri Khutbah di Depan Jokowi Singgung Sifat Kebinatangan

"Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy'ari selaku Ketua merangkap anggota Komisi Pemilihan Umum RI terhitung putusan ini dibacakan," ucap Ketua DKPP RI, Heddy Lugito, membacakan putusan.

Terkait hal itu, pihak Istana sangat menghormati putusan DKPP sebagai lembaga yang berwenang menangani pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.

Istana juga memastikan akan secepatnya memberhentikan Hasyim Asy'ari sebagai Ketua KPU RI.

"Mengenai sanksi pemberhentian tetap untuk Ketua KPU Hasyim Asy'ari oleh DKPP akan ditindaklanjuti dengan penerbitan Keputusan Presiden," tegas Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana dalam keterangannya.

Baca Juga: Profil Cindra Aditi Tejakinkin yang Bikin Hasyim As'ari Dipecat sebagai Ketua KPU RI: Profil, Biodata, Instagram dan X

Meski Hasyim ditendang dari KPU RI, Istana memastikan tidak akan menggangu jadwal pelaksanaan dan tahapan Pilkada Serentak 2024.

"Pemerintah memastikan Pilkada Serentak tetap berlangsung sesuai jadwal, karena terdapat mekanisme pemberhentian antar waktu untuk mengisi kekosongan anggota KPU," jelas dia.

Dalam sidang DKPP tersebut, Hasyim Asy'ari tidak hadir secara langsung.

Tapi Hasyim mengikuti jalannya sidang secara daring di kantor KPU RI.

Bukannya menyesal dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, Hasyim malah berterimakasih kepada DKPP.

Manurutnya, keputusan DKPP tersebut malah membebaskannya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada DKPP yang telah membebaskan saya dari tugas-tugas berat sebagai anggota KPU yang menyelenggarakan pemilu," ucap Hasyim, kepada wartawan di Gedung DKPP.

Meski tidak meminta maaf kepada rakyat Indonesia dan negara, ia justru minta maaf kepada awak media.

Baca Juga: Harta, Tahta, Wanita: Berikut Sepak Terjang Ketua KPU Hasyim Asy'ari, Karir Dibangun Bertahun-tahun Hancur Sesaat

"Sekiranya ada kata-kata atau tindakan saya yang kurang berkenan saya mohon maaf," singkat dia.

Hasyim Asy'ari diadukan seorang anggota PPLN Den Haag, Cindra Aditi Tejakinkin ke DKPP.

Dalam sidang terungkap, Hasyim melancarkan rayuan kepada Cindra setelah bertemu pada acara bimtek di Bali.

Sejak saat itu, Hasyim selalu mengontak Cindra meski sudah kenbali ke Belanda.

Sampai akhirnya ia merudapaksa Cindra saat PPLN Den Haag menggelar bimtek pada 3 Oktober 2024.

Baca Juga: Pengakuan Cindra Aditi Tejakinkin jadi Korban Hasyim Asy'ari Penjahat Kelamin, Ada Pergolakan dalam Hati

Saat itu Hasyim terang-terangan meminta Cindra melayani nafsu setan Hasyim Asy'ari.

Cindra pun sudah menolak dan berusaha menghindar.

Akan tetapi karena menggunakan jabatan dan kuasanya sebagai Ketua KPU RI, Hasyim akhirnya merudapaksa Cindra Aditi Tejakinkin.***