POJOKSATU.id, JAKARTA— Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, meminta Jokowi tak menghalangi rencana pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri.

Menurut Muslim, Jokowi bukan siapa-siapa lagi saat ini. Jokowi diminta jangan cawe-cawe menghalangi pertemuan antara Prabowo dengan Megawati.

Menurut Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, hubungan Prabowo dengan Megawati selama ini terlihat baik-baik saja.

Apalagi, Prabowo terlihat baik dengan Puan Maharani yang diutus mewakili Megawati di acara Partai Golkar beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Imbas Kasus Penganiayaan Pegawai George Sugama Halim Aniaya di Jaktim, Rating Toko Roti Lindayes Mendadak Turun Drastis!

"Pertemuan itu tidak perlu dihalangi oleh Jokowi. Karena Jokowi bukan siapa-siapa lagi. Jokowi jangan cawe-cawe menghalangi pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Megawati," kata Muslim, Senin 16 Desember 2024.

Muslim melihat rencana pertemuan antara Prabowo dengan Megawati seolah-olah harus terjadi karena faktor Jokowi.

"Itu akan dianggep lelucon, karena Presiden Prabowo dianggap masih di bawah bayang-bayang Jokowi," tegas Muslim.

Pernyataan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang merasa dimusuhi semua orang dianggap sebagai kode bahwa dia siap bertemu dengan Prabowo Subianto.

Baca Juga: Manajer Istri

"Megawati itu seorang tokoh politik dan ketua umum partai. Pernyataannya mengaku dimusuhi semua orang itu bisa diartikan sebagai pernyataan politik," katanya.

Karena, kata Muslim, pernyataan Megawati yang mengaku dimusuhi semua orang itu sudah terbantahkan dengan hasil Pilgub Jakarta.

"Buktinya di DKI malah disukai," kata Muslim.

Bahkan, kata Muslim, hubungan Megawati dengan Prabowo Subianto juga terlihat baik-baik saja.

"Bisa jadi pernyataan dimusuhi semua orang itu bisa dimaknai Megawati siap ketemu Prabowo. Dan nampaknya itu segera saja dilakukan pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Megawati," pungkas Muslim Arbi. ***