POJOKSATU.id, JAKARTA—Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi diminta tidak perlu melakukan polemik dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurut Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, Dedi yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) ini tak perlu melakukan polemik dengan Purbaya.

"Karena masalah dana mengendap lebih substansial karena menyangkut pembangunan daerah. Ngapain KDM harus berpolemik soal itu dengan Purbaya?" kata Muslim, Minggu, 26 Oktober 2025.

Baca Juga: Inilah Tiga Tokoh di Dunia Finance dengan Perjalanan Karir Mentereng, Cocok jadi Role Model untuk Mengelola Keuangan dengan Baik

Muslim menilai, polemik dengan Purbaya dianggap tidak produktif. Lebih baik Dedi Mulyadi memanfaatkan dana mengendap untuk pembangunan daerahnya.

"Apa KDM juga numpang pengen populer seperti Purabya yang banyak menjadi buah bibir sekarang ini?" kata Muslim.

Berita sebelumnya, KDM menanggapi soal penyimpanan uang milik daerah di bank.

Baca Juga: Usai Tantang Purbaya, Dedi Mulyadi Ungkap Data Kemendagri Pemprov Jabar Ternyata Sama Rp2,6 Triliun

"Dikatakan beliau bahwa menyimpan dana dalam deposito bertentangan dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan, karena daerah tidak boleh mengambil bunga hanya untuk mendapatkan bunga. Menyimpan uang kas daerah hanya untuk mendapatkan bunga," ungkap Dedi di Kantor BPK Jabar, Jumat (24/10/2025).

Dedi melanjutkan, pernyataan Purbaya yang menilai penyimpanan dana daerah di giro merugikan karena bunganya kecil, juga menunjukkan ketidakkonsistenan.

"Makanya saya katakan bahwa kas Rp2,6 triliun Pemprov Jabar itu bukan di deposito tapi di giro. Nah hari ini beliau (Purbaya) ngomongnya beda lagi. Rugi dong kalau disimpan di giro karena bunganya kecil, harusnya di deposito," kata Dedi Mulyadi.***