POJOKSATU.ID - Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Partai Golkar Sumatera Utara yang digelar di Kota Medan diwarnai kericuhan, Minggu (1/2/2026) siang.
Bentrokan melibatkan dua kelompok yang saling berhadapan dan sempat membuat suasana di sekitar lokasi sidang memanas.
Keributan pertama kali terjadi di pintu masuk ruang sidang Musda yang berlangsung di sebuah hotel.
Baca Juga: Miris! Gaji PPPK Paruh Waktu di Madiun Masih Rp500–900 Ribu per Bulan
Ketegangan kemudian berkembang dan merembet ke luar area sidang, bahkan meluas hingga ke Jalan Yos Sudarso yang berada tak jauh dari lokasi acara.
Dalam kericuhan tersebut, dua kubu terlihat saling serang. Suasana semakin mencekam ketika terdengar letusan petasan dari tengah kerumunan.
Beberapa orang juga tampak membawa kayu dan potongan bambu, menambah kekhawatiran warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Baca Juga: Nasib Guru PPPK Paruh Waktu dan Honorer Dibahas di Rapat Lintas Kementerian
Situasi memanas selama kurang lebih 40 menit. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Yos Sudarso sempat terganggu akibat kerumunan massa dan upaya pengamanan yang dilakukan.
Aparat keamanan dan panitia Musda terlihat berjibaku menenangkan keadaan agar konflik tidak semakin meluas.
Sekretaris Steering Committee Musda Golkar Sumut, Muhammad Asril, membenarkan adanya kericuhan di luar ruang sidang.
Baca Juga: SIMAK! Ini 11 Penyebab Kontrak PPPK Paruh Waktu Bisa Distop 2026
Namun ia menegaskan bahwa proses Musda di dalam ruangan tetap berjalan dengan aman dan kondusif sesuai agenda.
“Sidang Musda tetap berlangsung dengan tertib di dalam ruangan. Kericuhan yang terjadi di luar dipicu oleh pihak-pihak yang bukan peserta maupun peninjau resmi Musda,” ujar Muhammad Asril, dikutip pojoksatu.id dari INews ID.
Menurutnya, panitia telah menetapkan aturan ketat terkait siapa saja yang boleh masuk ke area sidang.
Namun, keberadaan pihak luar yang tidak berkepentingan diduga menjadi pemicu utama bentrokan antarkelompok tersebut.
Asril juga memastikan bahwa panitia Musda langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengendalikan situasi.
Baca Juga: Update Korban Longsor Cisarua, 70 Orang Meninggal, 10 Warga Dalam Pencarian, 78 Orang Selamat
Setelah puluhan menit, kondisi berangsur normal dan massa berhasil dibubarkan.
Kericuhan ini menjadi sorotan publik karena mencoreng proses demokrasi internal partai.
Musda sejatinya menjadi forum penting untuk menentukan arah kepemimpinan dan strategi politik Partai Golkar di Sumatera Utara ke depan.
Baca Juga: Sinergi Tanggap Bencana, Bank Mandiri Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Bandung Barat
Sejumlah kader berharap insiden tersebut tidak memengaruhi legitimasi hasil Musda.
Mereka juga meminta agar pihak-pihak yang terlibat kericuhan dapat ditindak tegas sesuai aturan hukum agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan resmi mengenai korban luka serius.
Baca Juga: THR ASN 2026 Diprediksi Cair Jelang Lebaran, Ini Rentang Waktunya
Namun, aparat keamanan tetap disiagakan di sekitar lokasi Musda untuk mengantisipasi potensi gesekan lanjutan.
Kericuhan Musda Golkar Sumut ini kembali menjadi pengingat bahwa dinamika politik internal partai kerap diwarnai tensi tinggi, terutama menjelang penentuan kepemimpinan strategis.***




