POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Setidaknya ada lebih 10 titik semburan lumpur panas di sekitar desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal (Madina), Sumut.

Warga khawatir kejadian ini berpotensi menjadi kubangan lumpur besar seperti lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Tengah.

Warga Roburan Dolok meminta perhatian Presiden Prabowo atau pemerintah pusat untuk mengatasi hal tersebut.

Dari hasil pantauan dan investigasi di lapangan, Sabtu (25/4), ditemukan setidaknya lebih dari 10 titik lokasi semburan lumpur yang tersebar di atas perkampungan warga.

Baca Juga: Alami Kecelakaan di Senen, Pengacara Muda Ini Malah Kedapatan Bawa Senpi dan Klip Sabu Ganja

Semburan lumpur ini rata-rata berada di lahan kebun karet dan persawahan warga.

Rata -rata semburan lumpur panas tersebut sudah berwarna hitam pekat, bahkan bebatuan yang terpapar juga telah memerah, pertanda tingkat panas dari lumpur sangat tinggi.

Dari wawancara dengan beberapa warga masyarakat, seperti pemilik lahan Ahmad Fauzi Lubis, dia mengaku sangat cemas dengan kondisi tersebut.

Ia berharap ada solusi cepat untuk mengatasi hal tersebut sehingga tidak terjadi hal yang lebih buruk lagi.

Dia meminta perhatian Presiden Prabowo atau pemerintah pusat untuk mengatasi hal tersebut.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana Stunting Miliaran Rupiah di Madina, Kejatisu Panggil 10 Kades Kepala Puskesmas

"Kalau Pemkab Madina gak ada itu, gak jelas itu," ucapnya.

Ia juga sempat menggambarkan kondisi terburuk, bila seluruh titik semburan itu menyatu dan memuntahkan lumpur panas dalam jumlah besar, maka yang menjadi sasaran bukan lagi air bersih dan tanaman warga, tapi nyawa penduduk Desa Roburan Dolok sudah terancam, bisa jadi akan menjadi Lapindo dua.

"Coba bayangkan, kalau seluruh titik ini menyatu, dan mengeluarkan lumpur panas dalam jumlah besar habis kami di sini, bisa jadi Lapindo dua, " tegasnya.

"Ini benar - benar sangat membahayakan apalagi dengan kemunculan titik semburan yang tak bisa diprediksi," tandasnya.

Terkait peristiwa ini, Fauzi menyebut hampir seluruh warga di desa ini menyatakan secara tegas, munculnya titik-titik semburan lumpur panas di desa mereka akibat pembukaan sumur oleh PT SMGP yang ada di Desa Sibanggor.

Baca Juga: Mengungkap Dunia Melalui Angka: Memahami Bab Pengukuran dalam IPA kelas 7

"Ini muncul mendadak, serentak dalam waktu 2 bulan terakhir ini, penyebabnya karena PT SMGP buka sumur baru, " tegasnya.

Bupati Madina Surati Kementerian

Sementara itu, Bupati Madina Saipullah Nasution melakukan tinjauan ke lapangan ke lokasi lumpur panas di Desa Roburan Dolok, Minggu (27/4/2025).

Dia menyebut akan menyurati Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) terkait munculnya semburan lumpur panas di Roburan Dolok ini.

“Besok, Senin, saya akan langsung menyurati Ditjen EBTKE,” katanya dilansir hayuaranet.

Saipullah mengungkapkan, dia menerima informasi bahwa kondisi tersebut telah sampai ke Ditjen EBTKE dan pekan ini akan menurunkan tim untuk pengecekan langsung ke lokasi.

“Rencana mereka, tim akan turun antara Selasa, Rabu, untuk meneliti secara menyeluruh” sebut bupati.

Meskipun kondisi ini tidak berbahaya sesuai keterangan teknis PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), Bupati Saipullah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

“Karena ini merupakan sumber-sumber air panas dan uap, tetap waspada,” pesan Bupati Madina.***