POJOKSATU.id — Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat ibu kota yang biasa memanfaatkan akhir pekan untuk berolahraga maupun menikmati suasana ruang publik.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan kembali berlangsung secara rutin mulai Minggu, 7 Juni 2026.
CFD di kawasan Rasuna Said nantinya diselenggarakan setiap hari Minggu mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB.
Waktu pelaksanaannya dibuat lebih pendek dibanding CFD di kawasan Sudirman-Thamrin yang saat ini masih berlangsung sampai pukul 10.00 WIB.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyampaikan keputusan tersebut diambil setelah Pemprov DKI mempertimbangkan berbagai aktivitas masyarakat yang berlangsung di sekitar kawasan HR Rasuna Said.
Chico mengatakan, "Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan bahwa car free day (HBKB) di Jalan HR Rasuna Said akan kembali digelar secara rutin mulai Minggu, 7 Juni 2026, setiap hari Minggu, pukul 05.30-09.00 WIB."
Baca Juga: Transjakarta Buka Rekrutmen 2026, Posisi AI Engineer dan Sales Executive Dicari
Menurut Chico, pengurangan durasi CFD di Jalan HR Rasuna Said dilakukan dengan mempertimbangkan tingginya aktivitas perkantoran dan mobilitas warga di area tersebut yang mulai meningkat menjelang siang.
Ia menuturkan pembatasan waktu hingga pukul 09.00 WIB diterapkan karena kawasan HR Rasuna Said biasanya mulai dipadati aktivitas masyarakat sebelum pukul 10.00 WIB.
Chico mengatakan, "Waktu pelaksanaan sengaja dibuat lebih singkat dibandingkan CFD Sudirman-Thamrin karena mempertimbangkan aktivitas masyarakat dan kantor di sekitar kawasan yang mulai ramai pukul 10.00 WIB."
Baca Juga: Gendongan M-Shape Baik untuk Bayi? Ini Penjelasan Manfaat dan Cara Pakainya yang Tepat
Sebelum akhirnya ditetapkan berlangsung secara berkala, Pemprov DKI Jakarta lebih dahulu melakukan peninjauan dan evaluasi setelah pelaksanaan perdana CFD di kawasan Rasuna Said.
Proses evaluasi melibatkan Dinas Perhubungan bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.
Sejumlah hal menjadi fokus perhatian dalam evaluasi tersebut, mulai dari kesiapan infrastruktur jalan pascarevitalisasi, pengaturan arus lalu lintas serta akses keluar masuk wilayah, hingga kelengkapan sarana penunjang untuk masyarakat.
Chico menjelaskan, "Kesiapan infrastruktur jalan pascarevitalisasi meski belum 100 persen selesai, sudah dinilai layak.
Baca Juga: Jangan Salah Beli! Ini Perbedaan Buku Bajakan dan Ori yang Wajib Diketahui Pembaca
Selain itu, pengaturan lalu lintas, fasilitas pendukung masyarakat, dampak terhadap mobilitas warga sekitar, sampai manajemen keramaian dan kebersihan juga dievaluasi."
Secara umum, hasil evaluasi menunjukkan respons positif karena penyelenggaraan CFD dinilai mampu menghadirkan ruang publik tambahan sekaligus memberikan dampak baik bagi kualitas lingkungan masyarakat.
Kendati demikian, masih ada sejumlah aspek teknis yang menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta untuk terus dibenahi sebelum pelaksanaan rutin dimulai.
Baca Juga: Bupati Bandung Siap Dampingi Kiai Audiensi ke Pusat, Desak Kejelasan Implementasi UU Pesantren
Chico menambahkan, "Saat ini persiapan sudah memasuki tahap akhir, termasuk koordinasi dengan Polri, Satpol PP, dan pengelola kawasan.
Kami optimistis pelaksanaan mulai Juni berjalan lebih baik dan memberikan ruang terbuka yang nyaman bagi masyarakat Jakarta."
Sementara itu, pelaksanaan CFD Jakarta pada Minggu, 31 Mei 2026, ditiadakan karena bertepatan dengan peringatan Hari Raya Waisak.***




