POJOKSATU.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperluas pemahaman mengenai literasi keuangan digital di kalangan pelajar.
Melalui kerja sama tersebut, pengetahuan tentang keuangan digital akan diperkenalkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Pembekalan sejak dini ini diharapkan dapat membuat siswa memahami manfaat layanan keuangan sekaligus mengetahui potensi risiko yang menyertainya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, penerapan program tersebut dilakukan dengan menggunakan Bahan Ajar Literasi Keuangan Fase E dan F sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga: Marak Penipuan Investasi Digital, DPRD Gandeng OJK Cirebon Tingkatkan Literasi Keuangan
Bahan pembelajaran tersebut nantinya digunakan dalam tiga bidang, yaitu ekonomi, matematika dan kokurikuler.
Dicky menjelaskan, edukasi mengenai ekosistem keuangan digital menjadi penting untuk diberikan kepada generasi muda seiring semakin berkembangnya berbagai produk dan layanan keuangan berbasis digital.
“Bahwa kita ke depan akan bisa menyelipkan pemahaman mengenai ekosistem keuangan digital dalam kurikulum kita. Ini sangat penting. Betapa besar risiko yang kita hadapi di sistem keuangan ketika kita tidak bisa memahami bagaimana sebenarnya bisnis model yang ada di ekosistem ekonomi keuangan digital,” ujar Dicky.
Menurut dia, persoalan yang berkaitan dengan layanan keuangan digital masih terus muncul di tengah masyarakat. Sejumlah kasus tersebut antara lain melibatkan pinjaman online, judi online, scam hingga fraud.
Baca Juga: 16 Pindar Punya Kredit Macet di Atas 5 Persen, OJK Minta Perbaikan
Karena itu, penguatan sistem keuangan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan masyarakat agar mereka dapat memahami mekanisme serta risiko yang terdapat dalam layanan keuangan digital.
Dicky menyebut pemberian edukasi keuangan sejak bangku sekolah juga berpotensi mendorong siswa menjadi lebih produktif.
Bekal pengetahuan tersebut dapat membantu mereka menentukan pilihan dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan keuangan secara lebih bijaksana.
Pemahaman itu juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.
“Kita ingin generasi muda yang cakap, bijak, produktif dan terlindungi. Cakap karena memahami keuangan, bijak karena mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan, produktif karena pengetahuannya dapat menyertakan nilai tambah, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan terlindungi karena memahami hak, memahami resiko,” jelasnya.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pelaksanaan Bahan Ajar Literasi Keuangan Fase E dan F akan dilengkapi dengan materi bacaan yang dapat dimanfaatkan secara luas.
Materi tersebut disiapkan oleh tim OJK bersama sejumlah pakar dan akan dapat diakses masyarakat tanpa biaya melalui platform Rumah Pendidikan.
Abdul Mu'ti menjelaskan, Rumah Pendidikan memiliki fasilitas yang memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai jenis buku secara gratis, baik buku pelajaran maupun materi pendukung pembelajaran.
Baca Juga: OJK Denda Dua Emiten Grup Salim dan Bakrie, Nilainya Capai Rp1,35 Miliar
“Jadi kami punya layanan namanya Rumah Pendidikan yang di situ, di dalamnya salah satunya adalah ruang di mana kita memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat mengakses buku-buku secara gratis, baik buku mata pelajaran atau buku teks maupun buku-buku pendukung atau buku-buku non-teks. Salah satunya adalah buku tentang literasi keuangan syariah yang disusun oleh OJK,” ungkap Mu'ti.
Melalui pembelajaran tersebut, siswa diharapkan tidak sekadar memahami dasar-dasar keuangan, tetapi juga mengetahui hak dan kewajiban serta berbagai risiko yang perlu diperhatikan saat memanfaatkan produk dan jasa keuangan.
Pengenalan literasi keuangan sejak sekolah menjadi salah satu langkah untuk membangun generasi muda yang lebih memahami pengelolaan keuangan serta mampu menghadapi perkembangan layanan keuangan di era digital.***




