POJOKSATU.id, JAKARTA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan tidak setuju jika Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun dibubarkan.
Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abas menyarankan agar Al Zaytun dilakukan pembinaan oleh pihak terkait agar tidak lagi melakukan penyimpangan ajaran agama Islam.
"Tidak perlu dibubarkan. Kalau ada penyimpangan tinggal diluruskan," kata Anwar dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/7/2023).
Baca Juga: KPU Karawang Siapkan TPS Ramah Disabilitas untuk Pemilu 2024
MUI juga menekankan Panji Gumilang dicopot sebagai pimpinan Al Zaytun jika terbukti melakukan penyimpangan ajaran yang melanggar hukum.
"Nanti Panji Gumilang dinyatakan oleh hakim bersalah dan telah melakukan pelanggaran hukum maka yang bersangkutan harus dipecat dan diberhentikan tidak dengan hormat," ujarnya.
Lebih lanjut, Anwar juga menyarankan agar pengelolaan pondok pesantren diserahkan kepada Kementerian Agama (Kemenag).
"Lalu pengelolaan dari lembaga pendidikan pondok pesantren azzaitun tersebut selanjutnya dikuasai dan diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah terutama dalam hal ini kementrian agama," ucapnya.
Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tajul Alawiyyin, Kemang, Bogor, Habib Bahar bin Smith heran polemik ponpes Al Zaytun terlalu berlarut-larut.
Menyangkut hal ini, Bahar sampai menyinggung pemerintah soal pembubaran Front Pembela Islam (FPI).
Baca Juga: Gerakan Pemuda dan Perempuan Ganjar Gelar Pelatihan Keterampilan Membuat Kerupuk Bawang
"FPI aja bisa kok dibubarkan secepat kilat, masa mereka gak bisa membubarkan Al-Zaytun, yang jelas-jelas sesat,” ujar Bahar dalam program Fokus tvOne seperti, Kamis (13/7/2023).
Kendati demikian Bahar tetap mengapresiasi langkah-langkah pemerintah soal penyelidikan Pesantren Al Zaytun.
Menurutnya tim investigasi telah bekerja dengan baik, terlebih mengenai sanksi yang diberikan berupa ancaman sanksi pidana dan administrasi.
Baca Juga: Kodam III Siliwangi dan Unpas Lanjutkan Kerja Sama Citarum Harum
Adapun Bahar beranggapan sanksi tersebut masih belum cukup mengingat kontroversi Al Zaytun sudah terlampau banyak.
Oleh karenanya dia berharap pemerintah mau membubarkan Al Zaytun dan menangkap Panji Gumilang agar kesesatan yang ada dapat segera selesai.
“Tidak ada tawar menawar sebab ini masalah kesesatan dan yang disesatkan mending kalau sesatnya sendiri. Kalau sesatnya sendiri gak masalah. Udah sesat tapi menyesatkan dan yang disesatkan adalah anak-anak bangsa kita sendiri,” kata dia.
Reporter: Mufit



