POJOKSATU.id - Isu kapal Indonesia yang disebut-sebut tertahan di kawasan Selat Hormuz akhirnya mendapat perhatian serius dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, MUI secara langsung meminta penjelasan terkait kondisi sebenarnya di wilayah yang tengah memanas itu.

Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, mengaku mempertanyakan langsung situasi kapal Indonesia yang mengalami kendala melintas.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Kini Giliran Istri Ono Surono Dipanggil KPK

“Masih saya tanyakan mengapa di Indonesia kapalnya belum bisa lewat di Hormuz? Di Selat Hormuz apakah bisa dibantu demi kemaslahatan persahabatan kita yang akrab?” ucap KH Cholil Nafis, dikutip Pojoksatu.id dari MUI.TV 8/4/2026.

Ia juga berharap hubungan baik Indonesia dan Iran dapat membuka akses yang lebih luas, terutama untuk kepentingan energi nasional.

“Sebaiknya barangkali kalau boleh kita minta untuk kepentingan, ya, energi kita, kepentingan Indonesia hubungan baik dengan Iran bisa dibuka untuk Indonesia sebagaimana kepada tetangga kita di Malaysia,” sambungnya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Kini Giliran Istri Ono Surono Dipanggil KPK

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memberikan klarifikasi tegas. Ia menyebut ketegangan di kawasan bukan disebabkan oleh pihaknya.

“Pihak-pihak yang sekarang membuat kawasan ini tidak stabil adalah mereka yang memulai perang, mereka yang menyerang kami, dan mereka yang merusak kawasan ini,” kata Boroujerdi.

Ia menambahkan, stabilitas kawasan sangat bergantung pada berhentinya konflik yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Kasus Impor LNG: Tidak Ada Niat Jahat, Tidak Ada Kick Back, Pertamina Untung, Lalu di Mana Korupsinya?

“Setiap kali mereka menghentikan perang, tentu kami juga akan mengupayakan agar keamanan kembali ke kawasan ini,” lanjutnya.

“Terkait kapal-kapal yang terjebak di sana, saat ini pemerintah-pemerintah sedang melakukan negosiasi." katanya 

Terkait kapal Indonesia, Boroujerdi memastikan situasi mulai membaik.

"Beberapa kapal Indonesia juga sempat terjebak di wilayah tersebut. Dua kapal Indonesia sudah berhasil keluar dari situasi tersebut,” jelasnya.

Saat ini Indonesia terus melakukan negosiasi dengan diplomasi dengan Iran.

Baca Juga: Tangis Petani Pecah, Viral 600 Pohon Pisang Rusak Diduga Diracun Orang Tak Dikenal

Serta Indonesia juga terus mencari alternatif untuk mengamankan sumber daya energi untuk masyarakat.***