POJOKSATU.ID- Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Dakwah dan ukhuwah, Kyai Cholil Nafis ikut geram dengan guyonan dengan Mendag Zulkifli Hasan menyinggung tata cara salat atau kaifiah salat.
"Candaannya kering dan tak lucu," kata Kyai Cholil kepada pojoksatu.id, Kamis (21/12/2023).
Kyai Cholil menilai candaan yang dilakukan Menteri Perdagangan itu, jelas adalah pelecehan terhadap agama.
Baca Juga: Inilah Nama-nama Caleg DPRD Kota Cirebon dari PKB, Cek Disini!
Apalagi Zulkifli sudah mulai menyinggung hal- hal yang sensitif dalam islam. Karena itu ia beranggapan wajar warga bereaksi keras.
"Mungkin bagi sebagian orang merasa agamanya dilecehkan atau bahkan ada yang menuntut minta maaf dan melaporkan," ujarnya.
Kyai Cholil kemudian menyarankan agar Zulkifli Hasan mencari candaan yang logis dan tidak menyinggung ranah- ranah yang sensitif seperti ranah agama.
Baca Juga: Ini 50 Caleg Terpilih PKB pada DPRD Kabupaten Sumedang Pemilu 2024
"Tak pas disampaikan anda ituh. Kini orang pada sadar dengan politik rasional tapi anda bawa-bawa agama dalam candaan untuk memilih paslon tertentu ya," tuturnya.
"Pak Zul cari candaan dan humor yang lucu aja dah. Jangan nyerempet-menyerpet agama gitu ya," tegasnya.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas diduga telah menistakan agama islam.
Baca Juga: Simulasi Pilpres 2024, Prabowo-Gibran Menang Telak di 13 Kota Kabupaten di Jabar Ini, Ketatnya di Kabupaten Bekasi
Awalnya dalam video yang beredar, Zulkifli Hasan menyinggung tata cara salat atau kaifiah salat maghrib.
Menteri Perdagangan menyebut di musim kampanye ini sudah banyak orang yang berdiam alias tak menyebut amiin saat menggelar salat berjamaah.
Bahkan dalam video yang sudah viral di media sosial, Zulhas seakan membuat lelucon tentang salat yang dikaitkan dengan ajang Pilpres 2024.
Baca Juga: Berbagi Inovasi: Alam Ganjar Sampaikan Pesan Kreatif dalam Diskusi Sandination Youth di Bandung Raya
Ini disampaiakan Zulhas dipidatonya di acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) 2023.
"Yang jauh-jauh ada loh yang berubah. jadi kalau salat magrib baca alfatihah waladdolin. Ada yang diam sekarang pak," kata Zulhas dikutip, Rabu (20/12/2023).
Menurut Zulhas, kejadian diamnya para makmum itu hampir terjadi di beberapa daerang selama musim kampanye ini.
"Ada yang diam sekarang. Ada pak,” tuturnya.
Baca Juga: Ini Daftar Caleg PKS DPRD Kota Depok Pada Pemilu 2024
Zulhas kemudian mengait- ngaitkan diamnya para makmum mengucapkan amim saat menggelar salat berjamaah, karena sebagian melaksanakan salat berjamaah tersebut cinta terhadap Prabowo Subianto.
"Ada yang diam lo banyal pak. Saking cintanya sama Pak Prabowo itu," ucapnya.
Tidak sampai di situ, Zulhas juga menyinggung tata cara tasyahud atau tahiyatul akhir yang seyogyanya mengacungkan satu jari telunjuk.
Baca Juga: Simulasi Pilpres 2024, Anies-Muhaimin Dilibas Prabowo-Gibran di Jabar, Ganjar-Mahfud PR Besar
Namun di musim Pilpres ini sudah banyak jamaah mengacungkan mengacungkan jari telunjuk kanan saat tahiyatul akhir dengan dua jari.
"Itu kalau tahiyatul akhir pak yai, kan gini (jari telunjuk). Sekarang banyak gini pak (dua jari),” tutur dia disambut tawa hadirin.***



