POJOKSATU.ID - Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi mengeluarkan Surat Pernyataan Nomor 16/PER/I.0/B/2026 tertanggal 2 Maret 2026 menyikapi memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan tersebut, organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang dinilai telah memicu eskalasi serius di kawasan, dilansir dari rmol.id.

Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ali Khamenei beserta korban lainnya akibat serangan tersebut.

Baca Juga: Hemat Budget & Mental! Trik Jenius Belanja Baju Lebaran OOTD AutoSlay

Tak hanya itu, organisasi ini juga menyoroti jatuhnya korban dari sejumlah negara Arab akibat serangan balasan Iran yang memperluas dampak konflik.

Dalam sikap resminya, Muhammadiyah menilai tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia serta bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.

Serangan bersenjata lintas negara tanpa mandat yang sah dinilai berpotensi mengancam stabilitas global dan memperburuk krisis kemanusiaan.

Baca Juga: Bukan Cuma Grand Indonesia! Ini 9 Tempat Belanja di Jakarta yang Lagi Viral dan Ramai Dikunjungi

Karena itu, Muhammadiyah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil langkah tegas.

PBB diminta menjatuhkan sanksi kepada Amerika Serikat dan Israel sebagai bentuk penegakan hukum internasional serta perlindungan terhadap perdamaian dunia.

Selain PBB, Muhammadiyah juga meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk berperan aktif meredakan ketegangan.

Baca Juga: Surga Belanja Warga Pinggiran Jakarta: 7 Tempat Perbelanjaan Terpopuler di Depok 2026, Murah dan Lengkap

Organisasi negara-negara mayoritas Muslim itu didorong segera melakukan langkah diplomatik guna menghentikan kekerasan, khususnya di Palestina, yang hingga kini masih menjadi sumber konflik berkepanjangan.

Muhammadiyah menegaskan bahwa seluruh pihak, termasuk Iran dan negara-negara Arab, harus menahan diri.

Pendekatan dialog, diplomasi, dan perundingan damai dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mencegah perang skala luas yang dapat menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran konflik.

Sikap tegas Muhammadiyah ini sekaligus mencerminkan komitmen organisasi tersebut dalam mendukung perdamaian global serta penegakan keadilan internasional.

Baca Juga: Rahasia Tampil Percaya Diri Saat Silaturahmi Lebaran 2026, Ini Tips Makeup dan Skincare yang Tepat

Di tengah situasi geopolitik yang semakin tidak menentu, suara masyarakat sipil dinilai penting untuk mendorong penyelesaian konflik secara bermartabat dan berkeadilan.

Muhammadiyah berharap komunitas internasional tidak tinggal diam melihat eskalasi ini.

Langkah konkret dan terukur sangat dibutuhkan agar konflik Timur Tengah tidak berkembang menjadi krisis global yang lebih besar.***