POJOKSATU.ID - Mabes Polri menyampaikan pembaruan terkait prediksi puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan analisis terbaru, puncak arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi lebih awal, yakni pada 13 Maret 2026.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, perubahan prediksi tersebut merupakan hasil pemantauan terbaru terhadap potensi pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Baca Juga: Lonjakan Kasus Campak di Jabar Tembus 1.785 pada 2025, Warga Diminta Waspada Saat Mudik Lebaran
“Puncak arus mudik diprediksi tanggal 13 dan 17 Maret 2026. Sementara untuk puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 dan 28 Maret,” ujar Johnny, Rabu (11/3/2026).
Sebelumnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi mulai 14 Maret. Namun setelah dilakukan evaluasi terbaru, Polri menilai lonjakan pergerakan masyarakat berpotensi terjadi lebih cepat.
Selain itu, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik tahun ini diperkirakan sangat besar.
Baca Juga: Kemenag Rilis Calon Penerima Insentif Guru PAI 2026, Cek Syaratnya
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pemudik pada Lebaran 2026 diprediksi mencapai sekitar 143 juta orang.
“Potensi pergerakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diperkirakan mencapai 143 juta orang dengan berbagai moda transportasi,” jelas Johnny.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Polri bersama sejumlah instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan dan pelayanan bagi para pemudik.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan ribuan posko pelayanan di berbagai wilayah.
Total terdapat sekitar 2.756 posko yang terdiri dari pos terpadu, pos pelayanan, serta pos pengamanan.
Posko tersebut disiapkan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik dapat berjalan dengan baik serta memberikan rasa aman bagi para pemudik.
Selain itu, pengamanan juga akan difokuskan pada berbagai objek vital yang berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.
Polri mencatat ada sekitar 185.544 objek yang akan menjadi titik pengamanan.
Lokasi tersebut meliputi rumah ibadah, tempat pelaksanaan salat Id, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga titik transportasi seperti terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara.
Tak hanya itu, Polri juga menyiapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik dan arus balik.
Rekayasa lalu lintas tersebut akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan tingkat kepadatan kendaraan di jalur-jalur utama mudik.
Baca Juga: Sejarah Universitas Pendidikan Ganesha, Kampus Pendidikan di Bali yang Resmi Berdiri pada 2006
Dengan berbagai persiapan tersebut, Polri berharap perjalanan mudik masyarakat pada Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.***




