POJOKSATU.id — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa rencana pembangunan trem di kawasan Kota Tua masih dalam tahap pengkajian yang mendalam.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memilih untuk memprioritaskan penyelesaian proyek MRT sebagai tulang punggung sistem transportasi di ibu kota.

Pramono menegaskan bahwa usulan pembangunan trem yang sebelumnya disampaikan oleh Wakil Gubernur tetap akan dipertimbangkan secara serius sebelum direalisasikan.

Baca Juga: Buruan! Tinggal 3 Hari Lagi Daftar SPPI 2026, Lulusan S1 Semua Jurusan Bisa Ikut

"Untuk trem Kota Tua, apa yang disampaikan Pak Wakil Gubernur tentunya perlu dikaji lebih dalam," kata Pramono.

Ia menjelaskan bahwa fokus utama Pemprov DKI saat ini adalah menuntaskan pembangunan MRT hingga menjangkau kawasan Kota Tua.

Proyek tersebut ditargetkan dapat selesai pada awal tahun 2029.

Baca Juga: Rincian Lengkap UKT UI 2026, Semua Prodi S1 hingga Vokasi Dibuka Detail, dari Rp500 Ribu hingga Puluhan Juta

"Yang saat ini menjadi prioritas adalah penyelesaian MRT sampai ke Kota Tua. Mudah-mudahan pada awal 2029 sudah rampung. Jika itu terwujud, KRL, MRT, serta TransJabodetabek atau TransJakarta akan terhubung ke Kota Tua. Saya yakin kawasan ini akan menjadi destinasi baru yang ramai dikunjungi masyarakat," jelasnya.

Selain MRT, Pramono juga merencanakan pengembangan rute bus TransJakarta yang menghubungkan Kota Tua dengan wilayah di luar Jakarta.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses sekaligus menarik lebih banyak wisatawan.

Baca Juga: Rincian Lengkap UKT Unnes 2026-2027, Semua Fakultas Dibuka, dari Termurah hingga Kedokteran Tembus Rp22 Juta

Pramono meyakini bahwa integrasi antar moda transportasi menjadi kunci penting dalam menghidupkan kembali kawasan Kota Tua.

Ia juga menegaskan bahwa kawasan tersebut akan diarahkan sebagai destinasi wisata unggulan.

"Terutama, Kota Tua memang kita siapkan untuk menarik sektor pariwisata," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan rencana pembangunan trem sebagai bagian dari program revitalisasi besar di kawasan Kota Tua.

Trem tersebut dirancang tidak hanya sebagai ikon kawasan, tetapi juga sebagai solusi transportasi yang ramah lingkungan di area bersejarah itu.

Baca Juga: Astaga! Perpanjangan Jalur KRL Jadi 8 Lintasan, Operasional Terganggu 3 Bulan

Rano menjelaskan bahwa konsep pembangunan trem telah masuk dalam pembahasan tim revitalisasi, khususnya untuk mendukung pengembangan kawasan rendah emisi.

"Memang salah satu tujuannya untuk mengurangi emisi. Saat ini kita sedang membahas rencana pembangunan trem di kawasan Kota Tua," ujarnya.

Dengan berbagai rencana tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap kawasan Kota Tua dapat kembali berkembang sebagai pusat wisata yang terintegrasi dengan sistem transportasi modern serta ramah lingkungan.***