POJOKSATU.ID- Berita mengenai Mpox kini semakin heboh terdengar. Mpox sendiri ialah virus Orthopxvirus yang biasa ditemukan di monyet.
Penyakit monkeypox atau cacar monyet telah menjadi isu kesehatan global yang mendapatkan perhatian serius dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Gejala awal terkenanya pun cukup ringan, yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Setelah beberapa hari, akan timbul ruam yang akan mulai berkembang.
Dikutip dari SehatNegriku, Indonesia akan diberikan vaksin pada kelompok beresiko tinggi sesuai panduan WHO.
Baca Juga: Mulai Hari Ini, Stasiun Akhir Kereta Cepat Whoosh Berganti Nama jadi Stasiun Tegalluar Summarecon
Menurut Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Prima Yosephine, M.K.M, kelompok berisiko tinggi tersebut antara lain: LSL (Lelaki berhubungan Seks dengan Lelaki) atau GBMSM (Gay, Biseksual dan Pria-yang-berhubungan-seks-dengan-pria lainnya), dan individu yang kontak dengan penderita Mpox dalam dua minggu terakhir.
“Kelompok berisiko lainnya termasuk petugas laboratorium yang melakukan pemeriksaan spesimen virologi, terutama di daerah yang ada kasus Mpox, dan petugas kesehatan yang melakukan penanganan pada kasus Mpox,” ujar Prima di Jakarta, Rabu (28/8).
“Salah satu kriteria penerima vaksin Mpox adalah individu yang pernah kontak dengan penderita Mpox (vaksinasi post exposure),” lanjut Prima.
Baca Juga: Pelantikan Anggota DPRD Jabar 2024-2029 Siap Digelar di Gedung Merdeka
Kemenkes mengungkapkan kasus monkeypox di Indonesia sebanyak 88 kasus selama 2022- 2024. Diantaranya 74 kasus hingga 2023 dan 14 kasus di 2024. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan penyakit ini.
Dikutip dari Kompas.com, WHO mengatakan bahwa penyebarannya juga dapat terjadi ketika yang terjangkit berbicara, bernafas ada kemungkinan akan tertular.
"Ketika Anda berbicara dengan seseorang, Anda mengeluarkan droplet, tetapi ini bukan bentuk penularan yang sangat besar, dan ini bukan jenis penularan melalui udara atau penularan jarak jauh," ucapnya dalam sebuah pengarahan di Jenewa, sebagaimana dilansir AFP.
Untuk saat ini, sangat penting menjaga kebersihan dan menghindari kontak langsung dengan individu yang menunjukkan gejala infeksi.
Baca Juga: Lolly Dikabarkan Hamil, Nikita Mirzani : Tidak Ada Seorang Ibu yang Ingin Melihat Anaknya Hancur
Lakukan beberapa cara ini untuk meminimalisir penyebaran virus Mpox yang bisa diterapkan.
1. Hindari kontak fisik secara langsung
2. Jika merasa mengalami gejala, segara isolasi mandiri
3. Perbanyak minum vitamin dan obat-obatan lainnya seperti antipiretik.
4. Jika merasa tidak ada perubahan, segera hubungi bantuan medis
5. Sering mencuci tangan dengan sabun.
Untuk saat ini, hanya beberapa hal tersebut yang dapat kita terapkan. Tak ubah dengan kasus virus sebelumnya, alangkah baiknya jika kita melakukan kembali cara cara untuk Meminimkan penyebaran yang sama.***



