POJOKSATU.id - Isu motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak jadi sorotan publik.

Produk yang diklaim sebagai motor listrik lokal itu justru memicu tanda tanya besar setelah disebut-sebut memiliki kemiripan kuat dengan produk asal China.

Motor listrik merek Emmo yang digunakan dalam program tersebut diketahui memiliki desain yang hampir identik dengan model dari pabrikan China.

Baca Juga: Bupati Gatut Sunu Peras 16 Kadis untuk THR Forkopimda dan Jamuan Makan, Terkumpul Rp2,7 Miliar

Mulai dari bentuk lampu depan, bodi, hingga detail bagian belakang terlihat serupa, hanya berbeda pada logo dan warna.

Dari beberapa media sosial menyebut kemiripan tersebut ditemukan pada model Emmo JVH Max yang sangat mirip dengan motor listrik produksi Taizhou Okla Automotive.

Tak hanya desain, perbedaan harga juga ikut jadi sorotan.

Produk serupa dari China dibanderol sekitar Rp37 jutaan, sementara versi yang beredar di Indonesia mencapai Rp48 juta.

Baca Juga: Diduga Tak Tahan Penempatan dan Tak Bisa Pindah Tugas, Puluhan PPPK di Kukar Pilih Mengundurkan Diri

Selain itu, status sebagai produk lokal juga dipertanyakan.

Pasalnya, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) motor ini disebut belum sepenuhnya berasal dari Indonesia, melainkan masih mengandalkan komponen impor.

Dikutip Pojoksatu.id dari Suara.com, pengamat otomotif menilai kondisi ini bukan hal baru di industri kendaraan listrik nasional yang masih banyak mengandalkan sistem perakitan dari luar negeri.

Baca Juga: Diduga Tak Tahan Penempatan dan Tak Bisa Pindah Tugas, Puluhan PPPK di Kukar Pilih Mengundurkan Diri

Situasi ini pun memunculkan pertanyaan publik apakah motor tersebut benar-benar hasil karya dalam negeri, atau hanya sekadar produk luar yang diberi label lokal.***