POJOKSATU.id - Koja Trade Mall (KTM) dibuat geger pada Kamis 2 November 2023 lantaran kabar adanya bom.
Kabar adanya bom itu lantas direspon cepat polisi dan aparat dengan melakukan penyisiran.
Tapi setelah dilakukan penyisiran di setiap sudut, tidak ditemukan adanya bom sebagaimana kabar yang diterima.
Baca Juga: Diaz Wayuu
Usut punya usut, adanya bom di Koja Trade Mall itu bermula dari gabut sejumlah siswa SMA di Jakarta Utara.
Akibat kegabutan yang tak tanggung-tanggung tersebut, 4 siswa SMA diamankan polisi.
Kapolsek Koja Kompol Muhammad Syahroni mengatakan, hal ini bermula dari niatan 4 siswa SMA berinisial FA, RF, KH, dan SAL.
"Motif mereka berdasarkan pengakuan dari saudara FA dan saudara H mereka ingin ngeprank. Jadi mengeprank saudara H," katanya kepada wartawan, Jumat (3/11/2023).
Keempat siswa SMA tersebut merencanakan menge-prank salah seorang temannya yang dianggap lemah gemulai, berinisial H.
"Karena menurut mereka, saudara H ini katanya cupu atau lemah gemulai. Makanya diprank dengan cara seperti itu," ujarnya.
Baca Juga: Khoiri Ditanya Kenapa Ingin Perkosa Menantu Hamil 7 Bulan? Kenapa Tidak Jajan saja? Jawabnya Mahal
Akan tetapi keempat siswa SMA itu sama sekali tak menduga bahwa prank itu bakal membikin heboh.
Memang, prank yang dibuat 4 siswa tersebut berhasil membuat H ketakutan.
Saat itu, FA membuat pesan teror bom di Koja Trade Mal yang dikirimkan kepada H.
Agar tak diketahui tengah di-prank, FA sengaja mengunakan nomor yang tak dikenali oleh H.
Selain itu, FA menggunakan nama Noordin M Top, yang merupakan teroris.
Baca Juga: Khoiri Mertua Bunuh Menantu Hamil 7 Bulan di Purwodadi Pasuruan Gila? Ini Penjelasan Polisi
"Isi (pesannya) kurang lebih, 'Kami akan melakukan pengeboman di daerah Koja atau KTM, jika kamu peduli dengan Nurdin M Top, kamu harus mengikuti acara pengeboman'," bebernya.
Saking takutnya, H sampai mengabarkan pesan teror bom itu ke akun Instagram resmi Koja Trade Mall.
Mendapat kabar tersebut, pihak Koja Trade Mall langsung meneruskan ke polisi.
Sementara polisi yang mendapat kabar itu bergerak cepat dengan melakukan penyusuran di seluruh sudut bangunan.
Hasilnya, polsi sama sekali tidak menemukan adanya bom atau benda mencurigakan lainnya.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan dan juga melakukan sterilisasi di TKP, namun nihil (bom)," jelas Syahroni.
Baca Juga: Pengakuan Mertua Bunuh Menantu Hamil 7 Bulan di Pasuruan Bikin Ngelus Dada, Kok Tega?
Kalau sudah begini apa masih niat bikin prank teror bom teroris? Kok nggak mikir dulu sih.***




