POJOKSATU.id - Motif perundungan anak SD di Lampung, tepatnya di SDN 1 Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, akhirnya terungkap.
Seperti diketahui, dalam video viral perundungan anak SD di Lampung, terlihat korban yang mengenakan jilbab putih mendapat perundungan.
Disebutkan bahwa korban merupakan siswi kelas 5 SD. Sedangkan para pelaku adalah kakak kelasnya, yang duduk di bangku kelas 6 SD.
Baca Juga: Yakin Menang di Kota Cirebon, Bolone Mase Gelar Konsolidasi
Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, jilbab yang dikenakan korban sudah berantakan karena ditarik tarik oleh pelaku.
Selain itu pelaku juga terlihat menyikut kepala korban yang akhirnya diketahui berinisial SK tersebut.
Yang cukup miris adalah, para pelaku sampai berkali-kali melontarkan kata makian yang sangat tidak layak diucapkan.
Baca Juga: Warga dari 11 Kelurahan di Tangerang Ikrarkan Dukungan untuk Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024
Disebutkan bahwa perudungan tersebut terjadi di dalam kelas saat jam istirahat.
Mirisnya, perundungan itu diduga dilakukan di dalam kelas di depan teman-teman korban.
Akan tetapi tidak ada satupun yang berani melerai atau menghentikan perundungan tersebut.
Baca Juga: Masuk Rangkaian The Vault, Taylor Swift Rilis Lagu You're Losing Me di Spotify
Motif perundungan anak SD di Lampung itu diungkap paman korban, Sodikin.
Sodikin mengungkap bahwa pelaku perundungan tidak terima kepada keponakannya karena hal yang sangat sepele.
Yakni bahwa korban tidak mau diajak bermain oleh para pelaku.
“Motifnya karena korban tidak mau ikut bermain dengan para pelaku,” ungkap Sodikin, kepada wartawan, dikutip Pojoksatu.id, Rabu 29 November 2023.
Tidak hanya itu, Sodikin mengungkap bahwa perundungan itu bukan hanya sekali terjadi.
Akan tetapi sudah beberapa kali keponakannya dirundung.
Bahkan pelaku perundungan juga tetap sama, yakni 3 pelaku yang terlihat dalam video viral yang tersebar luas di media sosial.
Baca Juga: Kisah Menarik! Ini 8 Cerita Wattpad yang Berhasil Dijadikan Film dan Series
Sodikin menyatakan, hal itu diungkap keponakannya sendiri setelah ditanya oleh orang tuanya.
"Pelakunya kakak tingkatnya. Bukan pertama kali tapi sudah beberapa kali dilakukan oleh orang sama,” beber Sodikin.
Karena itu Sodikin meminta pihak sekolah agar tidak teledor dalam memberikan pengawasan terhadap siswa siswinya.
Baca Juga: Alpukat Sigit, Tungku Sampah Sigit
Dia juga tidak ingin peristiwa perundungan serupa yang menimpa keponakannya terjadi lagi di kemudian hari.
"Saya berharap kepada pihak sekolah agar pristiwa ini tidak terulang lagi dan memperketat pengawasan saat jam istirahat,” tegasnya.
Baca Juga: Santapan Hangat yang Cocok untuk Musim Hujan, Resep dan Cara Membuat Kolak Pisang di Rumah
Tidak hanya itu, Sodikin juga tegas menyatakan akan membawa kasus ini ke polisi.
Itu jika para pelaku melakukan hal serupa kepada keponakannya di kemudian hari.***




