POJOKSATU.id, INDRAMAYU—Motif pembunuhan satu keluarga H Sahroni di Kelurahan Paoman, Indramayu, Jabar, diduga perampokan dan ingin menguasai harta korban.
Salah satu pelaku merupakan mantan rekan kerja korban Budi Awaludin di bank BRI.
Sebelum kejadian pembunuhan, korban Budi sempat menggadaikan mobilnya ke orang lain.
Salah satu saksi kunci bernama Evan yang juga rekan korban dan pelaku di bank BRI bahkan sempat melakukan transfer uang Rp 14 juta ke rekening Budi Awaludin.
Namun dia curiga, perintah transfer ini datang dari salah satu pelaku yang sudah menguasai ponsel korban Budi.
Baca Juga: 2 Pelaku Pembunuhan Keluarga Sahroni Indramayu Sempat Kambing Hitamkan Dua Warga Pepabri
Saksi kunci bernama Evan ini sempat diamankan polisi selama satu minggu di Polres Indramayu. Dalam kasus ini, polisi sudah mengamankan dua orang pelaku yaitu R dan P pada Senin dinihari (8/9) sekitar pukul 03.00 WIB.
Evan sebelumnya sempat ramai dituding sebagai pelaku di media sosial. Namun ia menegaskan dirinya justru dijebak oleh pelaku yang kini sudah ditangkap polisi.
Menurut pengakuannya, keterlibatan dia bermula ketika korban Budi Awaludin meminta bantuan untuk menggadaikan mobil.
Dari hasil gadai itu, sekitar Rp14 juta ditransfer sesuai arahan yang diterima Evan dari bosnya. Namun bos ini belum dijelaskan Evan apakah korban Budi Awaludin atau korban H Sahroni.
Baca Juga: Hingga Kini Ketakutan, Penyapu Jalan Lihat Diduga Pelaku Pembunuhan Masuk ke Rumah Sahroni Indramayu
“Bos saya bilang transfer ke rekening atas nama Budi Awaludin. Waktu itu saya ikuti saja,” jelasnya dilansir dari Instagram @Indramayuterkini, Selasa (9/9).
“Belakangan saya tahu kemungkinan besar yang mengarahkan itu adalah pelaku, karena HP korban ada di tangannya,” jelas Evan lagi.
Evan menuturkan, dia sama sekali tidak menyangka mantan rekan kerjanya itu tega melakukan aksi keji yang menewaskan lima anggota keluarga sekaligus.
Ia juga mengungkapkan sempat diamankan polisi hampir sepekan di Mapolres Indramayu. Hal itu dilakukan semata-mata untuk pengamanan, karena namanya telanjur viral dituding sebagai pelaku.
Eni Sukaenih, salah satu keluarga korban sangat berharap para pelaku dapat dihukum seberat-beratnya beratnya karena perbuatan pelaku dinilai sangat sadis.
Pihak keluarga korban menginginkan agar polisi terus mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain dalam kasus ini.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, mengatakan, di balik pembunuhan sadis itu, rupanya pelaku dan korban memiliki hubungan sebagai mantan rekan kerja di bank BRI.
"Hubungan pelaku ini kebetulan pernah bekerja bersama dengan salah satu korban, di salah satu bank," ujarnya, Senin (8/9/2025).
Arwin menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam pendalaman pihak kepolisian, termasuk untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat.
Hanya saja, sejauh ini, baru R dan P yang terbukti kuat melakukan pembunuhan. Dari keterangan sementara, keduanya mengeksekusi secara langsung kelima korban di malam hari kejadian.
Setelah korban tidak bernyawa, mayatnya dikubur dalam satu liang yang sama.***




